Tuesday, June 14, 2016

Jakarta Bandung dari Jalan Alternatif Cibubur

Perjalanan dari Jakarta Bandung bisa melewati tiga jalur. Masing-masing dengan keistimewaan. Misalnya, melalui tol arah Bekasi dilanjutkan tol Cipularang--Cikampek, Purwakarta, Padalarang (Pubalenyi).
.
Juga, bisa melewati arah Puncak, Cipanas, tembus Cianjur, Padalarang.

Alternatif ketiga adalah melalui Jalan Arteri alternatif Cibubur. Dari Cibubur lanjut ke Jonggol, Sebelum ke Cianjur kemudian berbelok ke arah Padalarang, Lanjut Cimahi, dan masuk ke Bandung dari arah Barat.

Saya mencoba melewati jalur itu. Dari Jakarta (wilayah Rawamangun) pukul 04.00 sampai di Bandung (Dago) pukul 09.18. Beberapa kali berhenti untuk menikmati pemandangan.

Tidak secepat kalau melewati tol memang, namun pemandangannya sangat indah.  Tidak kalah dibandingkan dengan kalau melewati jalur Puncak dan tidak semenanjak melewati Puncak.

Yang perlu diperhatikan adalah beberapa jalan sangat rusak karena dilewati truk-truk bertonase sangat besar. Mereka adalah truk pembawa pasir.

Juga, perlu diperhatikan jika pada hari kerja, perjalanan pagi, sepagi apa pun, akan berpapasan dengan para pelaju.

Berikut foto-foto pemandangannya.

Kalau sudah melihat perumahan Citra Indah City di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor, berarti ada menuju arah yang benar.

Pemandangan indah menyambut Anda saat matahari mulai menampakkan sinarnya.

Jalan yang bervariasi. Ada yang sangat bagus. Ada pula yang rusak berat.
Masjid indah.


Sunday, May 29, 2016

Kisah Rula Ghani Orang Kristen yang Jadi Ibu Negara Afganistan

Satu-satunya orang Kristen Afganistan yang bisa mengaku dirinya Kristen di depan publik adalah Rula Ghani. Apa sebab? Menurut UU Afganistan, yang menjadikan Islam sebagai agama negara, tidak boleh ada penduduk negara itu yang beragama selain Islam. Kematian adalah upahnya jika melanggar.

Hanya ada satu gereja di Afganistan, yaitu di Kedutaan Besar Italia. Karena, Italia adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Afganistan pada 1919. Jemaat di gereja Katolik di Kedubes seluruhnya adalah orang asing—tidak ada warga lokal. Walau demikian sebenarnya ada beberapa warga asli Afganistan yang mengikut Kristus, mereka adalah etnis Armenia atau India. Hanya mereka tidak dapat beribadah di muka umum dan menyembunyikan identitas religius mereka.

Namun, sebenarnya sejak kekuasaan kaum Taliban runtuh, ada peningkatan warga yang menjadi pengikut Kristus di tengah penganiayaan. Karena para petobat baru itu takut kekristenan mereka terkuak, pada 2005 mereka mengungsi ke India. Ada sekitar 5.000-an pengungsi. Namun, menurut catatan Interdisciplinary Journal of Research on Religion masih ada 3.000-an orang Kristen Afganistan hidup di negara para Mullah ini.

Hanya, seluruh dunia tahu kalau Rula Ghani adalah seorang Kristen. Sebab, dia adalah ibu negara Afganistan, istri dari Ashraf Ghani, presiden Afganistan. Rula Saade atau disapa Roula ini lahir dari keluarga Maronit Kristen Lebanon. Selesai pendidikan sarjana di Prancis, ia melanjutkan pendidikan magister di Lebanon dan selesai pada 1974. Di kampus American University of Beirut itulah Rula bertemu Ashraf dan jatuh cinta. Mereka menikah pada 1975 dan dikaruniai dua anak: Mariam dan Tariq.

Sebagai ibu negara apakah hidup Rula aman-aman saja? Walau mayoritas masyarakat Afganistan menyambut ibu negara yang seorang jurnalis ini, kaum konservatif mempertanyakan latar belakang agamanya. “Tidak ada yang melihatnya masuk Islam,” kata Maulavi Habibullah Hasham, dari masjid Bagh Bala di Kabul, dalam sebuah wawancara, “Saya percaya misinya mengkristenkan orang.” Berbagai komentar ulama lainnya yang berisi penghinaan dilontarkan oleh saingan Presiden Ghani selama pemilu.

Bahkan, klaim keji beredar di media sosial. Ada yang memasang foto yang menunjukkan Presiden Ghani beribadah di gereja Kristen, dan menuduh istrinya adalah seorang agen Israel. Terlepas dari perilaku para ekstremis agama ini, Rula Ghani dicintai rakyat Afganistan dan dikenal sebagai pembaru peran perempuan Afganistan yang terkungkung dalam adat dan agama yang membatasi peran perempuan di rumah. Perempuan Afganistan dikenal sering mendapat kekerasan baik fisik dan seksual tanpa bisa berbuat apa-apa karena hidupnya tergantung pada laki-laki.

Mari kita terus doakan Bu Rula—sering disapa Bibi Gul yang berarti burung bulbul—ini terus teguh dalam imannya dan terus menunjukkan kasih untuk negaranya.

#KristenTimurTengah (Mengenal Kristen Timur Tengah) Foto: Joel van Hoedt


Orang Kristen Niniwe Buah Pelayanan Nabi Yunus


Mengapa orang Kristen Asyur (di Irak, Iran, Suriah, dan seluruh Timur Tengah) sangat menghormati Nabi Yunus? Bisa dikatakan Nabi Yunus adalah Pekabar Injil pertama bagi orang Asyur yang tinggal di Niniwe—kini di Irak. Seperti dicatat di Kitab Yunus, seluruh negara Asyur bertobat begitu mendengar seruan dari Nabi Yunus.

Yesus pun menubuatkan itu (Mat. 12:38-42). Begitu Rasul Bartolomeus—salah satu Rasul Kristus—mengabarkan Injil ke Irak, warga Asyur (Niniwe) menjadi pengikut Yesus. Dari abad pertama hingga sekarang. Sudah 2.000 tahun, bahkan saat daerah Timur Tengah menjadi mayoritas Muslim, mereka tetap setia. Bahkan, saat kelompok esktrem kejam ISIS menganiaya mereka. Orang-orang Kristen Asyur itu tetap setia.

Seperti nubuat Yesus, “Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama orang-orang zaman ini dan menghakiminya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!” Matius 12:41.
Mari kita berdoa terus untuk mereka. Amin.

Friday, October 30, 2015

Seminar dan KKR Philip Yancey di Jakarta



PHILIP YANCEY penulis enam belas judul buku yang laris terjual sampai tiga belas juta eksemplar. Ia memulai karier menulisnya di “Campus Life Magazine” pada tahun 1971 dan menghantar Yancey mendapatkan Gold Medallion Awards dari Asosiasi Penerbit Kristiani Amerika Serikat. Pada tahun 1996 bukunya yang berjudul “The Jesus I Never Knew” dan buku “what’s so Amazing About Grace?” (1998) terpilih sebagai Book Of The Year. Karya Yancey lainnya adalah buku “Prayer: Does it Make Any Difference?” dan “Meet The Bible.”
Penulis buku sekaligus pembicara ini selalu mempunyai waktu untuk membaca Alkitab, membaca buku-buku rohani, berdoa dan menikmati hadirat Tuhan. Bagi Yancey fokusnya “Bagaimana saya bisa mengenali apa yang tengah Allah katakan kepada saya.” Hal ini sudah tertuang dalam buku-bukunya yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan akan disampaikan pada KKR dan Seminar di Jakarta.
Kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i untuk mengikuti acara ini.
Tanggal                 : 10-11 November 2015
 Tempat                 : GBI Glow Fellowship Center Apartemen
                                 Thamrin Residence Lt. 3A
                                 Jl. Thamrin Boulevard No. 1 Jakarta Pusat.
                                 Telp (021) 31991070
Tanggal 10 November 2015: SEMINAR & KKR
·         Seminar I     : Pkl. 08.00 – 11.00 wib
Tema: Prayer
·         Seminar II    : Pkl. 11.00 – 13.00 wib
Tema: Spirits (Markus 9:3)
·         KKR I              : Pkl. 18.00 – selesai
Tema:  Amazing Grace

Tanggal 11 November 2015: KKR
·         KKR II: pukul 18.00 – selesai
Tema             : Season Of The Soul
Silahkan daftar ke:
website: panitiakkrphilipya.wix.com/welcome atau

Ada yang ingin ditanyakan dapat menghubungi panitia:
Denny (081288729162)
Novi (081905622244)
Simson (087874444544)
Janfrido (081318878456)
Elyn (0822 98317232) BPK Gunung Mulia

Thursday, October 29, 2015

Launching Buku Jejak-jejak Suci 4




Pada launching buku Jejak-jejak Suci 4, para penulis sepakat untuk menyerahkan seluruh royalti kepada Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala.

Penyerahan secara simbolis dilakukan pada Rabu (28/10) di Rawinala, Kramatjati, Jakarta Timur. Acara yang diikuti sekitar 50 orang ini dibuka dengan ibadah yang diiringi oleh band Rawinala. Band terdiri dari siswa-siswa Rawinala.

Setelah ibadah selesai, acara dilanjutkan dengan pemaparan singkat dari para penulis: Tina Sulistyo, Stanley Siwu, dan Bayu Probo. Dalam penjelasannya, Tina  Sulistyo yang juga adalah pemimpin Mahaloka Tour mengatakan, “Buku Jejak-jejak Suci ini menolong  mereka yang hendak belajar Alkitab dengan memperhatikan latar belakang aslinya.” Saat ditanya hadirin akan sampai seri berapa buku Jejak-jejak Suci ini akan terbit, Tina menjawab, “Sampai seluruh Holy Land terjangkau.” Dia menjelaskan bahwa sekarang ini daerah-daeah yang disebut dalam Alkitab terus dibuka untuk peziarah. Ini memungkinkan pengikut Kristus untuk mempelajari secara intens untuk memberi pencerahan atas imannya. 

Stanley Siwu—tour leader Mahaloka Tour—menegaskan bahwa buku terbitan BPK Gunung Mulia ini bisa menjadi dokumen yang memelihara ingatan akan situs-situs suci. “Sebab, makam Nabi Yunus sekarang tidak bisa kita kunjungi. Sebab, sudah dihancurkan kelompok militan ISIS,” kata dia. Nabi Yunus dikisahkan di Alkitab mempertobatkan penduduk Niniwe. Penduduk Niniwe modern sekarang tinggal di Irak adalah para pengikut Kristus. Dan, Nabi Yunus menjadi salah satu tonggak iman penduduk Niniwe modern—etnis Asyiria—yang teraniaya di bawah kontrol ISIS.

Bayu Probo, jurnalis di satuharapan.com menegaskan bahwa membaca teks Alkitab tidak selalu mudah. Sebab, ada perbedaan waktu yang jauh—ribuan tahun—antara pembaca mula-mula dan pembaca modern. Untuk orang Indonesia, perbedaan ini ditambah dengan perbedaan jarak yang jauh. Kalau dalam tahun-tahun ini ada yang punya kesempatan dan dana berkunjung ke tanah yang disebutkan di Alkitab—biasa disebut Holy Land—mungkin cukup beruntung. Walaupun tentu saja karena waktu yang terbatas, tidak semua tempat atau pernik dapat dipelajari.

Dalam Alkitab banyak disebutkan tentang budaya, iklim, musim, kondisi geografis, kebiasaan, adat, konvensi dan karakter manusia di masa purba. Kita mungkin meraba-raba sebenarnya seperti apa. Asing dan sekadar menjadi istilah yang harus diterima begitu saja. Padahal, bisa jadi itu akan mengubah persepsi kita akan satu kisah dalam Alkitab jika ada satu hal yang cukup jernih kita tahu.
Yang menarik sebenarnya banyak adat yang sama dengan di Indonesia. Misalnya, cium tangan. Dalam kisah Yudas mengkhianati Yesus. Cara ia memberi tahu para prajurit Bait Allah yang mana Yesus (Matius 26:48-50; Markus 14:44-45; Lukas 22:47-48) adalah dengan menciumnya. Pelukis di Eropa (Caravaggio,   Yudas mencium pipi Yesus. Padahal, menurut adat setempat, ciuman yang dimaksud adalah cium tangan. Layaknya seorang murid mencium tangan gurunya. Adat lain misalnya pada raya panen, ada festival—Paskah, Pentakosta, Pondok Daun. Atau, perayaan tahun baru yang lebih reflektif jauh dari hura-hura ala orang Barat.

Bahkan, konon ada benda-benda yang disebut dalam Alkitab berasal dari Indonesia. Kemenyan—didatangkan dari Sumatra (Tanah Batak). Juga Gaharu. Masih konon, cendana NTT juga digunakan untuk membalsam jenazah Yesus.

Buku Jejak-jejak Suci berisi informasi tentang tempat, peristiwa, tokoh, dan benda-benda purba dalam gambar. Sebuah alternatif bagi penulis, guru sekolah minggu, penikmat sejarah, atau siapa saja yang tertarik mengetahui gambar-gambar warisan tempo dulu.

Selain itu, ditunjukkan juga fakta-fakta menarik terkait dengan kekristenan. Misalnya, penduduk Niniwe—orang Asyur—sampai kini masih ada. Dan, mereka pengikut Kristus. Mereka meyakini nabi Yunus yang diutus Allah kepada merekalah yang membuat mereka mengenal kekristenan. Kini, mereka dianiaya oleh  kelompok militan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

Penduduk Armenia juga punya tempat yang menjadi tonggak iman mereka. Yaitu, Gunung Ararat—dipercaya sebagai tempat Bahtera Nabi Nuh terdampar setelah banjir besar. Negara yang berbatasan dengan Turki, Iran ini dikenal sebagai negara pertama yang memutuskan kekristenan sebagai iman negara.

Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala terdiri dari panti asuhan dan sekolah untuk mereka mempunyai disabilitas ganda. Mayoritas buta dan keterbelakangan mental. 

Tuesday, July 28, 2015

Kehebatan Cinta

Apakah benar ada yang namanya kehebatan cinta?
Apa luar biasanya?

Monday, August 11, 2014

Dingin di Musim Kemarau

Angin tak mau tahu
Tulang ini hampir beku
Angin ini menderu sendu
Tak sadar aku terpaku