Tuesday, February 16, 2010

Lilo Anakku Hari Ini Berumur 3 Tahun

Buku harianku sepuluh tahun yang lalu selalu berkisah tentang pesanku untuk anak lelakiku di masa datang. Aku berpesan agar anak lelakiku bakal menjadi penjaga dan pelindung ibunya. Aku berharap anak lelakiku bakal menjadi pria yang ”takut akan Tuhan”. Dalam buku harianku, aku bermimpi anak lelakiku bakal menjadi bagian penting dari pribadi-pribadi yang membuat bumi ini makin layak ditinggali, tidak hanya untuknya dan ibunya, tetapi bagi generasi-generasi mendatang.

Dan tiga tahun lalu, tepat hari ini, benih yang tersemai 9 bulan 10 hari itu tumbuh, membuat aku dan istriku memuji nama Allah oleh karena Dia terus rela menjadi matahari kami. Dia menganugerahi kami anak lelaki. Itu sebabnya kami berdua menamainya Miktam Lilo Radityo.

Namun, ternyata tidak mudah mewujudkan harapan, pesan, harapan, dan impian dalam buku harian itu. Tentu saja jauh lebih mudah membalik tangan. Hanya oleh rahmat-Nya, kasih karunia Sang Perajut Hidupnya, kami berdua akan dimampukan untuk mewujudkan itu. Mungkin kami harus bekerja keras 20 sampai 30 tahun ke depan seraya terus berlutut untuk memohon perlindungan atas buah hati kami tercinta ini.

Di sisi lain kami juga harus terus menggenggam hasil cinta kami ini dengan tangan terbuka. Sebuah laku yang luar biasa sulit. Hati kami sering tercekat kelu seandainya kami harus menjadi seperti Abraham saat mempertimbangkan permintaan Sang Mahadahsyat terhadap anak lelakinya itu. Oleh karena itu, kepasrahan dan iman saja yang menjadi lambaran.

Sebab, Engkau menciptakan setiap bagian badanku, dan membentuk aku dalam rahim ibuku. Aku memuji Engkau sebab aku sangat luar biasa! Segala perbuatan-Mu ajaib dan mengagumkan, aku benar-benar menyadarinya. Waktu tulang-tulangku dijadikan, dengan cermat dirangkaikan dalam rahim ibuku, sedang aku tumbuh di sana secara rahasia, aku tidak tersembunyi bagi-Mu. Engkau melihat aku waktu aku masih dalam kandungan; semuanya tercatat di dalam buku-Mu; hari-harinya sudah ditentukan sebelum satu pun mulai.

Itulah doa kami berdua, orang tuamu, untuk Miktam Lilo Radityo. Allah besertamu selalu.