Saturday, September 11, 2010

Orang Gila Berkaos GOLKAR

Malam dingin. Angin tidak menolong dinginnya malam itu dengan berdiam diri. Sosok-sosok hidup bernapas bergerak cepat, berkendara, berjalan, satu tujuan. Kehangatan rumah..... atau kehangatan yang lain? Mereka tidak peduli dengan apa pun selain satu tujuan itu. Mereka tidak peduli ada makhluk-makhluk lain yang punya satu tujuan dengan mereka. Mereka tidak peduli makhluk-makhluk itu tak mampu menjangkau kehangatan. Sekeras apa pun mereka berusaha, sedetik pun kehangatan tak didapat.

 

Ada orang gila di pinggir jalan. Ia jongkok, meringkuk, berusaha mengusir dinginnya malam itu. Sia-sia, gemetar, hampir tak berpakaian. Kecuali, yah kecuali kaos Golkar robek yang menempel di badan. Entah mengapa kaos itu yang dipakai. Mengapa bukan kaos partai yang lain? Mengapa robek?

 

Akan tetapi ia tidak peduli. Ia terus meringkuk, jongkok, berusaha mengusir dinginnya malam itu. Usaha yang sia-sia, gemetar. Makhluk-makhluk di sekitarnya tidak memedulikannya. Mereka juga sibuk mengusir dinginnya malam. Laju kendaraan semakin cepat seolah ingin cepat menghindari angin yang tidak mau menolong dengan berdiam diri. Angin juga tidak menolong orang gila itu. Tidak ada.

 

Samirono 28 Agustus 2003, 10:05 AM