Monday, December 13, 2010

Eloi Eloi Lama Sabakhtani 021

"Siapakah Dia?"

"Dialah yang membuatmu jantungmu bergetar karena hormat saat engkau berjumpa."

"Apakah ia akan bertakhta di kota ini?"

"Ya, ia akan bertakhta selama-lamanya. Ia dan segenap keturunannya."

"Kapan aku bertemu dengan-Nya?"

"Aku tidak tahu. Itu sebabnya aku memberi tahu dari sekarang. Hanya saja ada beberapa petunjuk yang diberi tahu ayahku."

"Apakah itu?"

"Umurmu berapa?" pria separuh baya itu malahan bertanya.

"Dua belas tahun, aku baru saja mengikuti upacara kurban bakaran pertama kali. Aku juga baru saja membaca Shema."

"Dia seumuran denganmu, Nak. Waktu itu sang Mesias dibawa ke Bait Suci ini. Umurnya baru delapan hari. Ayahku tidak tahu nama orangtuanya. Mereka sisa-sisa keturunan Daud yang miskin. Nama bayi itu Yeshua, sama dengan namamu dan nama anakku. Waktu itu Ia diberi nama itu."

"Adakah petunjuk yang lain?"

"Begitu ayahku menjumpai-Nya, beberapa hari kemudian ia wafat. Tidak ada petunjuk lain yang dapat ditelusuri."

"Sepuluh tahun yang lalu, Herodes tua itu pernah membasmi seluruh bayi di Bethlehem. Ia diberi tahu jika Mesias itu tinggal di Bethlehem. Kota kelahiran leluhurnya, Daud."

"Pembantaian besar-besaran tak dapat dihindarkan."

"Apakah Mesias itu lolos?"

"Aku tidak tahu."

"Selama itu aku tidak yakin apakah bayi itu lolos, sampai aku bertemu denganmu. Sang El sendiri yang memberi tahuku jika ia lolos dari pembantaian itu. Dia memberi tahu, kamu akan bertemu dengan-Nya. Kewajibankulah memberi tahumu agar engkau mempersiapkan diri."

"Kapan aku akan bertemu dengan-Nya?" ulang bocah itu. Hatinya berkobar-kobar.

"Sudah kukatakan tadi, aku tidak tahu. Oleh sebab itu engkau harus senantiasa bersiap. Bisa jadi besok, lusa, setahun lagi, atau sepuluh tahun lagi. Aku tidak tahu. Aku tahu engkau akan bertemu di masa hidupmu."

"Engkau harus bersiap-siap!" pria itu mengulangi lagi.

"Ya, Bapak. Aku akan memberi tahu ayahku."

"Kau tahu mengapa ayahmu memberi nama kamu Yeshua?"

"Yeshua? Adonai adalah sang penyelamat. Saya tahu artinya. Ayah pernah memberi tahu, empat ratus tahun lalu ada seorang nabi yang bernama Zakharia menuliskan nubuat. Waktu itu, ia menuliskan Adonai berfirman pada Imam Besar pada waktu itu, Yosua, akan kedatangan Mesias. Ayahku menunggu-nunggu Mesias juga, sebab itu ia menamaiku Yeshua. Nama yang sama dengan nama Imam Besar itu."

"Aku juga menunggu Mesias bertakhta. Anakku juga kunamai Yeshua."

"Aku sudah memberi tahumu. Sekarang nikmatilah Bait Tuhan ini." kemudian pria itu meninggalkannya.

 

Bocah itu tidak lagi menikmati perjalanannya. Hatinya bertanya-tanya, apakah yang harus ia lakukan. Ia hendak bertanya pada pria itu lagi. Namun pria itu sudah menghilang. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumah untuk menunggu kedatangan ayahnya.

 

***

"Bapa, aku tadi bertemu dengan Rabbi Gamaliel,"

"Aku sudah tahu, ia tadi menemuiku juga di tengah perjalanan pulang."

"Bagaimana ayah? Apakah yang harus kuperbuat?"

"Pertama, jangan memberi tahu siapa pun mengenai masalah ini! Aku tadi juga memberi tahu Gamaliel mengenai ini."

"Mengapa?"

"Engkau hendak kehilangan ayahmu? Engkau sudah kehilangan ibumu, jika engkau bocor mulut, leher ayahmu ini menjadi taruhannya"

 

Bocah itu terdiam. Ia tidak mengerti. Ia berharap sewaktu bertemu dengan ayahnya, ia akan diberi tahu apa saja yang harus dilakukan. Ia hampir yakin ayahnya akan senang mendengar berita ini. Namun, mengapa sikap ayahnya begitu berubah, ia bertanya-tanya. Ia menyimpan segala kejadian itu dalam hatinya. Akhirnya ia melupakan semua percakapan itu.

 

***

Bersambung …