Tuesday, December 14, 2010

Makna Eloi Eloi Lama Sabakhtani


e'-loi, e-lo'i, la'-ma, sa-bakh-tha'-ni, atau (Eloi, eloi, lama sabachthanei):
ELOI; ELOI; LAMA; SABACHTHA; ELI; ELI; LAMA SABACHTHANI  

Format kata-kata pertama dituliskan dalam bervariasi dalam dua narasi Markus adalah Eloi Eloi dan dalam Matius adalah Eli Eli.

Kalimat ini dengan modifikasi mungkin berasal dari Mazmur 22:1 ('eli 'eli lamah 'azabhtani). Suatu rintihan dari Yesus di kayu salib sebelum wafat yang diterjemahkan sebagai, "Allah-Ku Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan-Ku?" (Matius 27:46; Markus 15:34).

Tafsir atas bagian ini menarik, tetapi sulit. Kelihatannya ucapan ini adalah campuran antara bahasa Aram dan Ibrani.

Dua kata pertama, Ibrani atau Aram, cukup mirip satu sama lain. Juga kemiripan tersebut dapat dimengerti jika ada yang mengartikan (dengan nada mengejek), Yesus sedang meminta pertolongan kepada Elia. Bahkan orang yang tidak terlalu memahami bahasa tersebut langsung mengira Yesus sedang memanggil Elia.

Kata "lema" atau "lama" yang digunakan dalam Matius dan Markus (Westcott and Hort, The New Testament in Greek) mewakili variasi bentuk. Yang pertama dalam bahasa Aram dan yang kedua dalam bahasa Ibrani. Berbagai variasi pembacaan dan pemahaman pada kata selanjutnya "sabakhtani" hanya menambah kebingungan akan penjelasan pasti atas rintihan Yesus tersebut. Sebenarnya, pengaruh bahasa Aram sangat dominan dalam pengalihbahasaan dari bentuk aslinya. Semangat yang ditampilkan Yesus dalam ucapan-Nya di kayu salib ini sepertinya sangat mirip dengan saat Dia di Taman Getsemani saat Dia meminta menjauhkan "cawan kesengsaraan" dari-Nya  (Sumber: International Standard Bible Encyclopedia).

 Kalau ingin mengikuti novel yang belatar belakang penyaliban Yesus silakan klik Eloi Eloi Lama Sabakhtani.