Friday, February 18, 2011

Ahmadiyah seperti Saksi Yehovah?



Akhir-akhir ini saya sedang dibombardir berita televisi tentang polemik keberadaan Ahmadiyah di Indonesia. Tentu saja media sedemikian rupa berusaha menampilkan pihak korban Ahmadiyah supaya terlihat menyentuh hati. Tentu saja saya pun jatuh kasihan dengan jemaat minoritas yang dianiaya oleh sesamanya.

Namun, tidak adil rasanya jika saya tidak berusaha memahami kemarahan orang-orang yang "menghajar" sesamanya yang dianggap sesat. Dalam kekristenan, sebenanrnya banyak aliran yang dianggap menyimpang. Bahkan ada gereja yang mengaku menyembah Setan. Atau, yang sering ditulis di blog-blog Kristen, Ahmadiyah di Islam seperti Saksi Yehova di Kristen.

Hanya karena di Indonesia umat Kristen adalah umat minoritas, sehingga terhadap aliran-aliran yang dianggap sesat ini tidak diperlakukan dengan kasar. Coba seandainya orang Indonesia Kristen punya kekuasaan yang cukup, belum tentu aliran-aliran Kristen yang dianggap sesat akan dibiarkan hidup damai begitu saja.

Indikasinya ada. Di daerah-daerah kantong Kristen di Indonesia pun terjadi kekerasan terhadap orang yang dianggap menodai agama. Misal, di berita ini. Saya pun akan marah jika ada orang yang memperlakukan agama saya seenaknya.

Jadi, apa pun agamanya, paling enak minum t*h b*t*l S*sr*. Eh, apa pun agamanya, sebenarnya orang Indonesia (Tentu saja termasuk saya. Saya orang Indonesia) mengalami kesusahan untuk hidup berdampingan dengan orang yang di mata kita sesat. Padahal Indonesia sejak dahulu bukan negara yang homogen. Ah entahlah.