Monday, February 21, 2011

Eloi Eloi Lama Sabakhtani 036

Tirus
Agustus 30 M


Ibunya dibantai , ia ditelanjangi, diperkosa, dan bersama adik laki-lakinya dijual sebagai budak di pasar. Sekarang ia berada di rumah asing, menjadi gundik sang tuan rumah, dan ia masih ketakutan. Bila saja tidak bermimpi bertemu ibunya dan mengingat belum tahu nasib adiknya, Samuel—yang tidak ikut dibeli majikannya, mungkin ia sudah tidak bertahan. Namun, ia tidak tahu bencana apa lagi yang bakal menimpanya di depan.

Kehidupannya berubah sangat cepat sejak lima bulan lalu. Pada malam jahanam itu, sekelompok prajurit Roma tiba-tiba mendobrak rumahnya. Mereka berteriak-teriak mencari ayahnya, “Mana Barabbas, sembunyi di mana ia?”
“Ia tidak pernah pulang sejak enam bulan lalu,” sahut ibunya.
“Lalu sekarang di mana ?” bentak salah satu serdadu yang tampaknya mulai kesal.
“Kami tidak tahu, ia tidak pernah memberi tahu keberadaannya.”
“Bohong kamu, tidak mungkin kunyuk jelek itu menghilang begitu saja!” serdadu itu membentak. “Aku pernah melihatnya berkeliaran di sekitar sini tiga hari lalu.”

Percakapan selanjutnya sudah tidak menjadi jelas karena tiba-tiba prajurit lain sudah membekap mulutnya dan menyeretnya ke sudut ruangan.
“Jangan sentuh anakku, ia tidak tahu apa-apa,” ibunya menjerit begitu anak perempuannya ada di tangan prajurit itu.
Dan itu kalimat terakhir yang ia dengar dari ibunya sebelum tiba-tiba dunia menjadi gelap.

***
Saat siuman dengan seluruh tubuh terasa sakit. Ia ada di dalam gerobak, berdesak-desakan dan dirantai. Begitu ia menyadari keadaan dirinya, air mata pun menetes, tetapi berusaha ia sembunyikan. Ia melihat banyak perempuan lain yang bernasib sama dengannya. Seorang perempuan yang tergolek di pojokan gerobak, meraung-raung begitu ia mengetahui, nasibnya tidak lebih baik daripada kuda yang sekarang menarik gerobak itu.

bersambung ...