Tuesday, February 22, 2011

Forum Kajian "Menyikapi Krisis Iklim dalam Iman Kristiani"



Beberapa waktu lalu saya hadir dalam forum yang diselenggarakan oleh The Climate Project bekerja sama dengan Dewan Nasional Perubahan Iklim. Acara berlangsung di Sekretariat DNPI, di Kementrian BUMN. Dari Gedung yang pemandangan ke Monas terlihat sangat indah ini saya berharap tercipta peran aktif keagamaan guna meningkatkan kesadaran perubahan iklim. Kabarnya acara ini sudah terselenggara di kalangan umat Islam, tahun lalu pada bulan Ramadhan. Semoga para pemuka mulai disadarkan tentang artinya menjaga lingkungan bagi generasi-generasi mendatang.




Pada pembukaannya, Rahmat Witoelar, Ketua Pelaksana Harian DNPI ini mengharapkan dari forum ini ada banyak masukan dari kalangan Kristen tentang berbagai terobosan dari kalangan pemuka agama untuk menolong umat menyikapi dan mencegah perubahan iklim makin dahsyat.

Forum dibuka dengan wawasan yang diberikan Mgr. Agustinus Agus Uskup Sintang, Gereja Katolik. Mgr. Agus mengungkapkan bahwa perubahan iklim merupakan realitas yang secara luas dan dengan cara-cara yang beragam memengaruhi penduduk bumi. Romo Agus juga mengungkapkan tentang kondisi terakhir di Sintang, berkaitan dengan perubahan iklim tersebut juga berbagai cara yang diberdayakan gereja untuk menyelamatkan alam di Sintang.

Pemakalah kedua adalah Al. Andang L. Binawan, S.J. yang memberikan pandangan dari sudut pandang teologis tentang perlunya umat memelihara lingkungan hidup. Rohaniwan yang dijuluki Romo Sampah ini mengungkapkan bahwa gereja menjadi ujung tombak dari perubahan perilaku umat Kristen terhadap lingkungan hidup.

Pdt Evangeline Pua dari GKI Kemang Pratama, membagikan berbagai cara kreatif gereja memelihara lingkungan demi generasi mendatang. Acara dilanjutkan dengan interaksi antara hadirin dan pemakalah. Dan, kiranya forum ini tidak hanya berhenti di tataran wacana, tetapi juga dalam penerapannya.