Sunday, February 27, 2011

Pakai AC di Salatiga



Jumat lalu saya diundang mewakili perusahaan untuk mengisi acara Senat Mahasiswa UKSW di Salatiga. Pagi itu Salatiga habis diguyur hujan, jadi suasana lumayan segar. Memasuki aula utama di belakang Gedung Administrasi Pusat UKSW, saya melihat sudah banyak mahasiswa hadir dalam Sarasehan Literatur Kristen Indonesia. Saya lihat Pak Xavier Quentin Pranata (XQP)— penulis produktif yang punya banyak penggemar— sedang menjelaskan kondisi literatur Kristen. Para hadirin tampak antusias dan banyak pertanyaan menarik dari mahasiswa.

Saya duduk di antara hadirin dan memperhatikan bahwa hampir seluruh pengatur suhu ruang (AC-- air conditioner)dihidupkan. Wah ampuh juga orang Salatiga ini. Suhu di luar sudah dingin, masih ditambah AC, brrrr.

Makan siang tiba, panitia menyuguhi kami (XQP, Purnawan Kristanto, Palar Gandhi Aya Sophia, dan Bayu Probo) dengan masakan yang sangat nikmat. Timlo, ayam goreng, dan tempe mendoan -- wuih nikmatnya. Teh hangat yang disajikan pun tiada duanya (Wah laper atau pengen nih he he he).

Habis makan siang, dengan perut penuh, aku sharing tentang asiknya menjadi penulis. Mas Gandhi — kepala promosi BPK Gunung Mulia — berkisah tentang cara-cara mengorbitkan penulis menjadi selebritis. Mas Purnawan, yang biasa disapa Mas Wawan berbagi tentang langkah-langkah menjadi penulis yang efektif.

Karena kami berempat (Bayu, Wawan, Gandhi, Xavie) punya satu kesamaan, otomatis terjadi reuni singkat. Apa ya kesamaan di antara kami — selain perut kami yang mulai buncit?