Wednesday, March 30, 2011

Orang Libya Pernah Menolong Yesus

Hari Jumat abad pertama Masehi menjelang Paskah Yahudi, terjadi kehebohan di Yerusalem. Seorang dari Nazaret bernama Yesus—dianggap bakal melakukan pemberontakan terhadap kekaisaran Romawi—dihukum mati dengan cara paling kejam: disalib.

Setelah menjalani penyiksaan, pemuda umur awal 30-an itu dipaksa memanggul balok yang akan digunakan untuk menyalibkannya. Mungkin karena siksaan yang menghabiskan energi, prajurit Romawi akhirnya memaksa orang yang ada di situ untuk mengangkut balok tersebut. Dalam Matius 27:32, Markus 15:21, dan Lukas 23:26 disebut nama orang itu Simon. Asalnya dari Kirene.

Gereja di Tripoli, Libya.

Kirene adalah kota dari Libya di Afrika Utara, antara Benghazi dan Tripoli. Kirene terletak di dataran tinggi sekitar 600 m di atas permukaan laut. Pegunungan terletak di bagian Selatan, sekitar 100 km dari pantai. Kirene menjadi daerah yang relatif terbebas dari panas terik Sahara. Makin turun ke arah Utara dalam bentuk teras-teras sehingga terbentuk berbagai macam iklim dan vegetasi. Tanahnya subur. Termasuk tersubur dibanding wilayah yang sekarang sedang diributkan antara loyalis Muammar Qadhafi dan Dewan Transisi Nasional Libya ini.


Kirene awalnya sebuah koloni Yunani didirikan oleh Battus pada 630 SM. Karena kesuburan tanah, varietas besar dalam iklim dan vegetasi, bersama dengan keuntungan komersial di lokasi, kota segera naik menuju kekayaan besar dan penting. ketenaran yang lebih besar, datang melalui warga yang populer. Kirene adalah rumah Callimachus penyair, Carneacles pendiri Akademi Baru di Athena, dan Eratosthenes ahli matematika. Juga Synesius penulis Kristen. Begitu penting koloni Yunani itu, tidak sampai setengah abad, Amasis II dari Mesir membentuk aliansi dengan Kirene, menikahi seorang wanita bangsawan Yunani (Herod. ii.181). Ptolemy III (Euergetes I), 231 SM, menggabungkan Kirene dengan Mesir. Kota ini berlanjut—meskipun dengan banyak kegelisahan—menjadi bagian kerajaan Mesir sampai Apion, dinasti terakhir Ptolemies, menyerahkannya kepada Roma. Selanjutnya Kirene menjadi sebuah provinsi Romawi.

Kuil Zeus di Kirene


Pada pertengahan abad ke-7, orang-orang Saracen menguasai Kirene, dan dari waktu itu untuk ini telah menjadi tempat kediaman pengembara suku Arab.


Kirene menjadi penting dalam sejarah Alkitab melalui penyebaran orang Yahudi. Ptolemeus I, putra Lagus, membuang orang Yahudi ke Kirene dan kota-kota lain Libya (Josephus, Cap, II, 4) dan dari waktu ini sangat banyak orang Yahudi tinggal di sana. Dengan kembalinya orang Yahudi Diaspora ke perayaan Paskah di Yerusalem, orang Kirene jadi memiliki tempat mencolok dalam sejarah Perjanjian Baru. "Seorang pria dari Kirene, bernama Simon," ditangkap tentara Romawi dan dipaksa untuk menanggung salib Yesus. Orang Yahudi dari Kirene termasuk di antara mereka yang hadir pada hari Pentakosta. Kota mereka muncul sebagai salah satu poin penting dalam lingkaran luas kaum diaspora yang dijelaskan oleh Petrus dalam khotbahnya pada kesempatan itu (Kis. 2:10). Orang Yahudi dari Kirene cukup penting pada masa itu untuk dikaitkan dengan rumah ibadat di Yerusalem (Kis. 6:9). Dan ketika penganiayaan timbul sesudah Stefanus, beberapa orang Yahudi dari Kirene yang telah bertobat di Yerusalem, yang tersebar di luar negeri dan datang dengan orang lain ke Antiokhia dan memberitakan Firman "kepada orang Yahudi saja" (Kis. 11:19,20), dan salah satunya, Lucius, menjadi seorang nabi dalam gereja mula-mula. Dalam hal ini, seperti di banyak orang lain, bijaksana providensia Allah dalam orang Yahudi Diaspora dalam persiapan untuk penyebaran Injil terlihat.


Di reruntuhan Kirene terlihat sisa-sisa dari beberapa bangunan yang indah, dan beberapa patung telah dihapus. Yang tetap paling menarik dari peradaban menakjubkan dari koloni Yunani berada dalam sistem besar kuburan, beberapa dibangun, batuan padat tebing tetapi dipotong terbaik di. Dorie arsitektur dan lukisan dekoratif cemerlang menghiasi makam ini (Sumber International Bible Encyclopedia).

Tuesday, March 29, 2011

Majalah INSPIRASI edisi pertama diiklankan



Majalah INSPIRASI diiklankan di blog keren Koleksi K. Atmojo

Wah bangganya.
Terima kasih Pak.

Kiat Sukses Meniti Karier


Judul : From Zero to The Best
Subjudul : Kiat Sukses Meniti Karier
bagi Karyawan Pemula
Penulis : Inggrid Tan
Penerbit : Libri (2010)
Ukuran : 11x18 cm
Tebal : viii+ 152 hlm

Buku ini adalah buku ketiga Inggrid Tan yang diterbitkan oleh Penerbit Libri. Membagikan kiat dan teknik mengembangkan diri bagi para pekerja atau profesional muda. Jika dua buku pertamanya berfokus pada pengembangan kemampuan berbisnis via online/internet dan pengembangan kemampuan mengelola keuangan, buku ini berfokus pada pengembangan kemampuan karyawan dalam meraih karier yang lebih tinggi di tempat kerja.

Buku ini mengajarkan bagaimana seorang karyawan baru dapat meniti jenjang karier dari nol atau dari hal-hal yang sederhana, seperti dikatakan oleh penulisnya dalam kata pengantarnya: ”... pencapaian karier bagi seseorang merupakan hal yang sangat penting.Semua itu selalu dimulai dari nol dan dengan melakukan hal-hal sederhana yang merupakan prinsip hidup.

Penulis buku ini mengupas tuntas berbagai kiat, mulai dari nol dan hal-hal sederhana—untuk mengubah sikap dan motivasi para pekerja muda agar memiliki daya juang dan kreatif yang mengantar mereka pada pencapaian terbaik. (INS)

Fariz Mehdawi dan Kristus

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib
1 Petrus 2:9

Honda Odyssey putih pelan memasuki halaman gereja di wilayah Tanjung Priok. Plat nomor polisi CD 104 01 menunjukkan bahwa penumpangnya adalah seorang diplomat yang sangat penting. Duta Besar Palestina. Gereja itu sedang mengadakan bedah buku tentang Palestina. Dan, sang duta besar, yang saat itu hanya ditemani anak lelakinya—tanpa pengawalan—rela datang ke gereja di kawasan perkampungan itu untuk menjadi narasumber mewakili negaranya.

Dengan berbaju batik, sang dubes, Fariz Nafi'atieh Mehdawi, yang bahasa Indonesianya tidak lebih baik daripada Barrack Obama, dengan bahasa Inggris yang baik dan berapi-api menjelaskan kondisi terkini Palestina, betapa orang Palestina, Kristen dan Muslim, bahu-membahu ingin mewujudkan negara yang merdeka dan berdaulat.

Semangat sang dubes ini mengingatkan kita akan semangat para rasul dalam memberitakan Kabar Sukacita keselamatan dalam Kristus kepada dunia. Dalam salah satu tulisannya, Rasul Paulus menyebut dirinya sebagai utusan Kristus, dalam bahasa aslinya, Yunani, duta besar Kristus (2 Kor. 5:20).

Apakah hanya orang-orang khusus yang mempunyai hak untuk menjadi duta bagi Kristus? Tentu saja tidak. Setelah Yesus bangkit dari maut, Dia memberikan amanat kepada segenap pengikut-Nya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:19-20). Setiap murid Kristus mendapat panggilan untuk mewartakan Damai Sejahtera dalam Kristus.

Namun, mewartakan kabar keselamatan tidak hanya melalui perkataan. Pemberitaan Injil melalui pebuatan dan tindakan nyata memliki pengaruh yang lebih kuat. Karena, keteladanan terpancar dari hidup yang berintegritas. Melakukan pekerjaan dengan tekun, menunjukkan kasih kepada orang-orang di sekitar kita melalui tindakan-tindakan sederhana, atau bahkan sebuah senyuman tulus bisa menjadi bagian kita dalam menjadi duta Kristus bagi dunia.

Seperti sang dubes Palestina tersebut, ada waktu-waktu kita “diundang” untuk menjelaskan iman kita kepada dunia. Saat kesempatan itu datang, seperti saran Paulus, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang” (Kol 4:6).


Jadi, siapkah Anda menjadi duta besar bagi Kristus? Kalau begitu selamat menjadi duta besar.

Bayu Probo
Sumber:
Drescher, J., 2007, Melakukan Buah Roh, Jakarta, BPK Gunung Mulia
Besten, Kris de, 2010, Shine, Jakarta, BPK Gunung Mulia
Ismail, Andar, 2009, Selamat Paskah, BPK Gunung Mulia

Friday, March 25, 2011

Berita Elizabeth Taylor Tenggelam Ditelan Gempa Jepang



Berita kematian Elizabeth Taylor jadi terdengar sayup-sayup karena ditelan berita yang lebih heboh: gempa Jepang dan krisis Libya.

Dame Elizabeth Rosemond Taylor , DBE (27 Februari 1932 - 23 Maret 2011),sering disapa Liz Taylor, adalah aktris Amerika kelahiran-Inggris. Awalnya ia sebagai bintang anak saat dewasa bintangnya memancar, ia menjadi terkenal karena bakatnya dan akting yang penuh keindahan dan glamor. Kehidupan pribadinya banyak dipublikasikan, yang mencakup delapan pernikahan, beberapa pengalaman menjelang kematian. Puluhan tahun hidupnya dihabiskan sebagai aktivis sosial, memperjuangkan penyadaran penyebab penelitian, dan penyembuhan AIDS. Taylor, pemenang dua kali Academy Award untuk Aktris Terbaik , dianggap salah satu aktris layar lebar pada masa Hollywood Golden Age. The American Film Institute mencatat Taylor dalam urutan ketujuh di daftar Legenda Wanita (Female Legends list).

Elizabeth Taylor Rosemond lahir di Hampstead Garden Suburb, pinggiran barat laut London , anak kedua dari Francis Lenn Taylor (1897-1968) dan Sara Viola Warmbrodt (1895-1994), yang Amerika yang berada di Inggris. Teman kakak Taylor, Howard Taylor, lahir pada tahun 1929. Orangtuanya berasal dari Arkansas City, Kansas . Francis Taylor adalah seorang pedagang seni, dan Sara adalah seorang mantan aktris panggung yang bernama "Sara Sothern." Sothern pensiun dari panggung ketika dia dan Francis menikah pada tahun 1926 di New York City. Taylor dua nama pertama untuk menghormati nenek dari pihak ayah, Elizabeth Maria (Rosemond) Taylor.

Seorang warga negara ganda dari Britania Raya dan Amerika Serikat, dia lahir subjek Inggris melalui dirinya lahir di tanah Inggris dan seorang warga Amerika melalui orang tuanya . Dia dilaporkan dicari, pada tahun 1965, untuk meninggalkan dia kewarganegaraan Amerika Serikat, yaitu:. "Meskipun tidak pernah diterima oleh Departemen Luar Negeri, Liz meninggalkan tahun 1965 Mencoba untuk melindungi sebagian besar penghasilan Eropa nya dari pajak AS, Liz ingin menjadi semata-mata Inggris warga negara. Menurut laporan berita pada saat itu, para pejabat menolak permintaan ketika ia gagal untuk menyelesaikan penolakan sumpah, menolak untuk mengatakan bahwa dia meninggalkan semua kesetiaan Amerika Negara Amerika.

Pada usia tiga tahun, Taylor mulai mengambil pelajaran balet dengan Vaccani. Sesaat sebelum awal Perang Dunia II, orang tuanya memutuskan untuk kembali ke Amerika Serikat untuk menghindari permusuhan. Ibunya membawa anak-anak pertama, tiba di New York pada bulan April 1939, sementara ayahnya tetap di London untuk menyelesaikan masalah dalam bisnis seni, tiba pada bulan November. Mereka menetap di Los Angeles, California, dimana dia ayah mendirikan sebuah galeri seni baru, yang mencakup banyak lukisan dia dikirim dari Inggris. Galeri ini akan segera menarik banyak selebriti Hollywood yang menghargai lukisan modern Eropa. Menurut penulis biografi Alexander Walker , galeri "membuka banyak pintu untuk Taylor, memimpin mereka langsung ke masyarakat dari uang dan prestise" dalam koloni film Hollywood.

Aktris legenda Hollywood itu dimakamkan di Forest Lawn Memorial Park, Los Angeles, Amerika Serikat Kamis (24/3) waktu setempat. Upacara secara Yahudi pun molor karena Liz sempat meminta pemakamannya dilambatkan 15 menit.

Juru bicara Sally Morrison membenarkan permintaan unik itu. "Dia bahkan ingin terlambat ke pemakamannya sendiri," kata Sally.

Peti mati Elizabeth tampak dihiasi dengan bunga gardenia, violet, dan lili, sesuai dengan bunga-bunga yang disukainya ketika masih hidup. Prosesi pemakaman berlangsung sekitar 1 jam dan dihadiri beberapa teman dekat dan keluarga, dipimpin oleh Rabi Jerry Cutler.

Dalam prosesi ini, aktor Colin Farrell sempat mendeklamasikan puisi untuk Liz yang berjudul The Leaden Echo and the Golden Echo. Demi menghormati dan mengenang sang aktris legendaris, teater Broadway akan mengadakan pemadaman lampu selama 1 menit pada Jumat (25/3).

Thursday, March 24, 2011

Kisah-kisah Inspirasional untuk Hidup Maksimal Sesuai Panggilan Tuhan



Buku karya temenku
Judul Buku                          : Extraordinary Life
Subjudul                              : Kisah-kisah Inspirasional untuk Hidup Maksimal Sesuai Panggilan Tuhan
Penulis                                 : Xavier Quentin Pranata
Ukuran                                 : 13 X 18 cm
Jumlah Halaman              : (x+129)
No. ISBN                              : 978-979-687-843-7
No. Kode Barang          : 27-07-04-06-00

Ringkasan                    :

Buku ini berisi kisah-kisah orang-orang luar biasa yang telah menggenapi panggilan hidup sejati mereka masing-masing. Mereka semua memiliki beberapa kesamaan yang bisa menginspirasi kita, bisa kita pelajari. Kesamaan-kesamaan di antara mereka adalah bahwa mereka semua memiliki ketekunan, keyakinan, iman, dan semangat pantang menyerah.
Orang-orang itu antara lain adalah:

·         Michael Dell membolos kuliah demi belajar komputer. Ia punya tekad untuk mengalahkan IBM. Sekarang Dell menjadi pembuat komputer papan atas.

·         Debbie Macomber adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Ia punya tekad untuk menjadi penulis, dan mulai menulis dengan penuh disiplin di sela-sela kesibukannya.Ia telah menghasilkan lebih dari 100 judul buku. Dua novelnya berhasil menduduki peringkat 1 New York Times, USA Today, dan Publishers Weekly hanya seminggu setelah diluncurkan ke pasar. 

·         Mark Zuckerberg telah berkecimpung dalam pemrograman komputer sejak ia masih duduk di bangku SMP. Facebook, hasil karyanya, membuatnya menjadi miliarder termuda versi majalah Forbes

Tuesday, March 22, 2011

Mengatasi Insomnia Secara Alkitabiah


Wow, memang ada cara untuk mengatasi Insomnia secara Alkitabiah?
Ada, tuh, contoh sampulnya ada di atas.

MENGATASI INSOMNIA

11 x 18 cm, 144 hlm., Rp22.000,-
ISBN 978-979-687-714-0
penulis: Ray Comfort

Penerbit: INSPIRASI (Imprint dari BPK Gunung Mulia)

Buku ini meninjau masalah insomnia dari sisi praktis dan spiritual berdasarkan Alkitab. Penulis mampu memberi gambaran secara ringkas dan
jelas karena ia sendiri pernah menderita insomnia. Strategi dalam buku ini mudah untuk diterapkan sehingga dapat mengatasi masalah jasmani
dan rohani akibat insomnia, yang menghambat Anda menjalani hidup dengan bahagia.

Monday, March 21, 2011

Detoksifikasi Tanpa Obat

Buku Detoksifikasi Tanpa Obat, penerbit LIBRI diresensi di Suara Pembaruan Minggu 20 Maret 2011.

Judul asli buku : Dr. Bob’s Drugless Guide to Detoxfication
Judul : Detoksifikasi Tanpa Obat
Penulis : Dr. Robert DeMaria
Tebal : 136 halaman
Ukuran : 13,5 cm x 20 cm
ISBN : 978-979-687-842-0

Buku ini menguraikan bahwa kemajuan teknologi telah membuat tubuh manusia tercemar. Toksin atau racun di dalam tubuh sering kali tidak dapat dihindarkan atau tidak disadari kita memasukkan racun secara sengaja. Hal ini seringkali terjadi karena kita sering mendapat informasi yang salah tentang makanan. Banyak industri makanan memasukkan zat-zat kimia ke dalam produknya, yang sebenarnya merupakan toksin bagi tubuh.

Namun, tubuh manusia yang tercemar dapat dibersihkan dengan metode detoksifikasi tanpa obat dan tanpa efek negatif. Detoksifikasi bukan diet, melainkan gaya hidup—perubahan yang bersifat menetap dalam hidup dan perjalanan panjang yang berakhir bahagia. Dengan demikian, kesehatan yang optimal bisa diperoleh kembali. Sebenarnya tubuh memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Hal yang terpenting untuk tetap hidup sehat adalah memilih menu makanan dan minuman yang tepat.

Banyak pengobatan modern justru menambah masalah karena lebih mengutamakan mengobati gejala daripada men¬detoksifikasi tubuh. Buku ini memberikan metode pengobatan secara alami dengan detoksifikasi tanpa menambah masalah. Pembaca tidak perlu pergi ke klinik yang mahal atau mengikuti rencana diet yang ketat dan membuat stres. Pembaca cukup membaca seluruh bagian buku ini dan melakukan detoksifikasi sesuai panduan dalam buku ini. Bahan yang dipakai untuk detoksifikasi adalah herba-herba tanpa tambahan obat modern.

Friday, March 18, 2011

INSPIRASI April 2011


Telah terbit majalah INSPIRASI INDONESIA April. Majalah yang Inspirasional, Spiritual dan motivasional dengan tema utama The Power of Thank You. Bagaimana kita setiap waktu bersyukur dalam mengarungi hidup ini? Benarkah bersyukur membawa mujur? Simak kiat praktis hidup penuh syukur.
Band SM*SH anggotanya punya latar belakang berbeda-beda, tetapi bisa kompak dalam berkarya. Rafael, sang pemimpin, lahir dan matang dari gereja.
Simak juga tulisan tentang kawasan bantaran sungai bebas sampah terindah se-Indonesia. Dan, kisah menarik tentang guru les matematika dan fisika, penyandang tunanetra.
Jansen Sinamo berkisah tetang semut-semut Jenghis Khan, apa maksudnya? Yudas Iskariot hidup kembali. Kini ia tinggal di Jakarta? Bagaimana cara Mario Lawalata menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya? Semua ada di INSPIRASI Indonesia.
Dapatkan majalah INSPIRASI April 2011. Hanya Rp 17.000, di Toko BPK Gunung Mulia, Immanuel, Haleluya, Metanoia, Visi, Victory, Pondok Mazmur, Pondok Daun, Kalam Hidup, Gramedia. Facebook: Inspirasi Indonesia. Untuk berlangganan silakan hubungi 0813-991-999-30 atau inspirasi@bpkgm.com.
Nyatakan iman melalui perbuatan bagi sesama dan Indonesia.
Salam Inspirasi

Monday, March 14, 2011

Erin Gruwell "Freedom Writers"


Erin Gruwell (lahir 15 Agustus 1969) adalah seorang guru Amerika. Film 2007 "Freedom Writers" yang dibintangi Hilary Swanks didasarkan pada kisahnya.

Erin adalah lulusan University of California, Irvine, di mana ia menerima Lauds and Laurels Distinguished Alumni Award.. Beliau memperoleh gelar Master pendidikan dari California State University, Long Beach, di mana dia mendapat penghargaan sebagai DDistinguished Alumna by the School of Education. [[Http://www.freedomwritersfoundation.org/site/c.kqIXL2PFJtH/b.2286935/k.AD6E/About_Erin_Gruwell.htm Tentang Erin Gruwell - Freedom Writers Foundation]]

Gruwell lahir di California. Dia mulai mengajar pada 1994 di Woodrow Wilson High School di Long Beach, California. Sebagai seorang guru, dia ditugaskan di antara para siswa dengan kemampuan terendah di sekolah. Satu siswa, seorang anak yang ia panggil "Sharaud", tampaknya bertekad untuk membuat hidupnya sengsara. Si anak telah dipindahkan ke Wilson dari SMA saingan tempat ia diduga mengancam gurunya dengan sebuah senapan. Namun, beberapa bulan Sharaud bersekolah di situ, siswa yang lain mengedarkan kertas yang menggambarkan Sharaud (seorang Amerika Afrika) dengan bibir yang sangat besar. Gruwel marah, di kelas ia mengatakan bahwa itu adalah jenis karikatur sejenis yang dipakai Nazi selama Holocaust. Hanya satu murid tahu apa Holocaust itu, Gruwell mengubah tema kurikulum ke toleransi.

Beberapa menganggap kelasnya sia-sia, tetapi dalam tahun pertama mengajar, Erin Gruwell murid-muridnya berubah menjadi sebuah komunitas penulis.

Gruwell membawa siswa untuk melihat "Schindler's List", membeli buku-buku baru dari kantongnya sendiri, dan mengundang pembicara tamu.

Setelah tahun dia mengajar, Gruwell kembali ke Wilson sebagai guru penuh, kali ini dengan kelas baru. Semester musim gugur nya turun ke mulai berbatu karena protes Proposisi 187. Tapi Gruwell bertahan, dan mencapai murid-muridnya dengan meminta mereka untuk membuat film kehidupan mereka, terus jurnal, dan yang berkaitan permusuhan keluarga di "Romeo dan Juliet" untuk sebuah perang geng. Dia juga memiliki siswa membaca buku yang ditulis oleh dan tentang remaja lain di masa perang, seperti "The Diary of a Young Girl", "Zlata's Diary", dan "Night" oleh Elie Wiesel. Menulis jurnal menjadi pelipur lara bagi banyak siswa, dan karena jurnal dibagikan secara anonim, remaja yang pernah menolak untuk berbicara dengan seseorang dari ras yang berbeda menjadi seperti keluarga.

Pada musim gugur 1995, Gruwell memberikan masing-masing siswa sebuah tas penuh dengan buku-buku baru dan meminta mereka membuat roti panggang untuk perubahan. Setelah itu, ia melihat sebuah perputaran di dalamnya. Para siswa yang pengelola sekolah berpikir tidak cukup cerdas untuk membaca buku tingkat tinggi dan ditakdirkan untuk drop out pergi ke shock semua orang. Semua 150 Freedom Writers lulus dari SMA dan banyak yang mampu melanjutkan kuliah.
Antara 1994 dan 1998, Freedom Writers mengumpulkan banyak liputan media, termasuk penampilan di "PrimeTime Live", "The View", dan "Good Morning America".

Pada tahun 1998, Gruwell meninggalkan Wilson High School dan menjadi dosen di California State University, Long Beach. Dengan demikian, ia berharap untuk memastikan bahwa calon guru bisa belajar dari pengalaman dan menemukan cara untuk menginspirasi para siswa yang kurang beruntung lainnya. Gruwell kemudian melanjutkan untuk memulai Freedom Writers Foundation, yang bercita-cita untuk menyebarkan metode Freedom Writers di seluruh negeri.

Freedom Writers Diary adalah sebuah buku yang ditulis oleh Erin 1999 Gruwell. Ini adalah dasar dari film 2007 "Freedom Writers" yang dibintangi Hilary Swank.

Dia telah menulis sebuah rekening otobiografi dari pengalamannya, berjudul "Mengajar dengan Hati: Pelajaran saya Dipetik dari Freedom Writers", yang diterbitkan sekitar waktu yang sama dengan rilis film.

Saturday, March 12, 2011

Kesigapan Jepang Menghadapi Bencana



Seperti diberitakan oleh detik.com Gempa bumi yang disertai tsunami di Jepang terus memakan korban. Sedikitnya 384 orang tewas akibat gempa bumi berkekuatan 8,9 SR. Tetapi kantor berita Kyodo mengatakan diperkirakan lebih dari 1.000 orang tewas dalam musibah ini.

Demikian pula kantor berita Jiji Press, seperti dirilis AFP, Sabtu (12/3/2011) juga mengatakan, data yang dikumpulkan oleh polisi menunjukkan bahwa jumlah korban tewas dan hilang totalnya mencapai lebih dari 1.000 orang.

Kepolisian Nasional setempat baru merilis korban tewas 184 orang, 707 hilang, dan 947 luka-luka. Sementara kepolisian di Sendai secara terpisah mengatakan, 200 hingga 300 mayat telah ditemukan di sekitar pantai.

Dilaporkan pula, 100 orang hanyut ikut terbawa oleh kapal yang membawa mereka, beberapa kereta beserta para penumpangnya hilang, serta bendungan yang ambrol menghanyutkan ratusan rumah.

Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan mengatakan sekitar 1.800 rumah di Minamisoma, Prefektur Fukushima hancur, sedangkan di Sendai sekitar 1.200 rumah roboh oleh terpaan tsunami. Di kota kecil di utara Ofunato juga dilaporkan ada 300 rumah ambruk dan hanyut.

Mengingat tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi dan jenis gempa dan tsnami yang hampir setara dengan gempa dan tsunami di Aceh, saya kira Jepang cukup mengantisipasi gempa ini. Jika negara lain mengalami kejadian serupa, bisa jadi korbannya jauh lebih banyak.

Mengingat kondisi Indonesia yang mirip dengan Jepang, dalam hal tertimpa bencana gempa bumi, apakah sudah punya kesiapan setara dengan Jepang? Semoga saja.

Thursday, March 10, 2011

Buku Baik bagi Calon Penulis

Buku "Menjadi Penulis" tulisan Marion van Horne ini adalah buku favorit saya. Penjelasan yang sangat detail tentang cara mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebagai penulis, benar-benar mencerahkan. Buku ini terbitan BPK Gunung Mulia.

Wednesday, March 9, 2011

Presentasi di GKPI



Pada 4 Maret lalu saya berkesempatan menceritakan tentang Majalah INSPIRASI ke hadapan para pekerja dan hamba Tuhan GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia).

Saya menceritakan ini karena kesempatan langka ini adalah undangan dari Pak Jansen Sinamo, Guru Etos Indonesia". Wah senang sekali rasanya.

Yang menarik, foto yang dihasilkan terlihat unik.

Monday, March 7, 2011

Selamat Berpelita


Ingin Mengerti Isi Alkitab

Judul Buku: Selamat Berpelita
Penulis: Andar Ismail
Penerbit: BPK Gunung Mulia

Injil Yohanes melaporkan bahwa Yesus membaptis, tetapi mengapa laporan itu cepat-cepat ditarik kembali? Apa maksud Kidung Agung menyebut yang sensual dan erotik seperti bibir, pipi, buah dada, pinggang, dan sebagainya? Apa arti “menggosok bayi dengan garam”, “menelan unta”, dan “perempuan tiang penjuru”? Apa ada ada tanah suci dalam agama Kristen? Apa Kitab Wahyu menubuatkan Perang Dunia?

Berbagai pertanyaan di atas, mendapat jawabannya di buku Seri Selamat ke-22 ini: Selamat Berpelita. Andar Ismail, dosen STT Jakarta, menolong kita mengerti Alkitab dari konteks yang benar.

Dalam kata pengantarnya, ia menulis "Siapa di antara kita yang tidak ingin mengerti isi Alkitab? Semua orang ingin. Tetapi siapa yang betul-betul dapat mengerti Alkitab karena Alkitab adalah kumpulan kitab yang pelik dan rumit dari berbagai budaya dan zaman yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kita perlu berupaya. Membaca buku Seri Selamat ini menandakan bahwa kita sedang berupaya untuk mengerti isi Alkitab. Mengapa kita berupaya mengerti? Sebab kita membutuhkan firman Tuhan sebagai terang dan pedoman. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mzm. 119:105). Mana mungkin kita melangkah tanpa pelita di jalan yang gelap gulita dan licin berbahaya. Lalu, buku ini pun menunjukkan bahwa mengerti Alkitab bukanlah tujuan semata-mata, melainkan alat untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya, yaitu mengasihi, menaati, mempercayai, dan mempercayakan. Pelita itu menolong kita berjalan menuju tujuan. Selamat berpelita!"


Pak Andar dan karyawan BPK Gunung Mulia

Talita kum

Markus 5:41
Lalu dipegang-Nya tangan gadis itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak perempuan, Aku berkata kepadamu, bangunlah!

Ayat ini memberikan sebuah kalimat Aram, yang konon dipakai Yesus dalam pengobatan gadis ini, dengan sebuah terjemahan dalam bahasa Yunani. Alihaksara Yunani dari frasa ini adalah ταλιθα κουμ (talitha koum).

Naskah-naskah manuskrip Yunani yang paling bisa diandalkan, yaitu (Codex Sinaiticus, Codex Vaticanus) yang memuat Injil Markus, memiliki teks ini, tetapi beberapa naskah lain (seperti Codex Alexandrinus), mayoritas teks dan teks Vulgata memuat κουμι (koumi). Varian kedua ini menjadi Textus Receptus, dan merupakan versi yang muncul dalam versi The Authorised Version.

Dalam bahasa Aram ini adalah is "ţlîthâ qûm". Kata "ţlîthâ" adalah bentuk feminin dari kata "ţlê", yang artinya adalah muda. "Qûm" adalah verba Aram yang berarti bangun atau berdiri. Bentuk imperatif tunggal feminin adalah, aslinya adalah "qûmî". Namun, ada bukti bahwa dalam percakapan sehari-hari akhiran "î" ditanggalkan sehingga dalam bentuk imperatif tidak ada perbedaan antara kelamin maskulin dan feminin. Naskah manuskrip-manuskrip yang lebih tua, karena itu, menggunakan ejaan Yunani yang merupakan transkripsi pengucapan yang setia, sedangkan tambahan huruf "ι" kemungkinan adalah sebuah hiperkoreksi seorang penyalin yang mengenal bahasa Aram.

Thursday, March 3, 2011

Gagal Update Blog

beberapa hari ini aku gagal update blog karena sambungan internet di rumah error.