Saturday, March 12, 2011

Kesigapan Jepang Menghadapi Bencana



Seperti diberitakan oleh detik.com Gempa bumi yang disertai tsunami di Jepang terus memakan korban. Sedikitnya 384 orang tewas akibat gempa bumi berkekuatan 8,9 SR. Tetapi kantor berita Kyodo mengatakan diperkirakan lebih dari 1.000 orang tewas dalam musibah ini.

Demikian pula kantor berita Jiji Press, seperti dirilis AFP, Sabtu (12/3/2011) juga mengatakan, data yang dikumpulkan oleh polisi menunjukkan bahwa jumlah korban tewas dan hilang totalnya mencapai lebih dari 1.000 orang.

Kepolisian Nasional setempat baru merilis korban tewas 184 orang, 707 hilang, dan 947 luka-luka. Sementara kepolisian di Sendai secara terpisah mengatakan, 200 hingga 300 mayat telah ditemukan di sekitar pantai.

Dilaporkan pula, 100 orang hanyut ikut terbawa oleh kapal yang membawa mereka, beberapa kereta beserta para penumpangnya hilang, serta bendungan yang ambrol menghanyutkan ratusan rumah.

Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan mengatakan sekitar 1.800 rumah di Minamisoma, Prefektur Fukushima hancur, sedangkan di Sendai sekitar 1.200 rumah roboh oleh terpaan tsunami. Di kota kecil di utara Ofunato juga dilaporkan ada 300 rumah ambruk dan hanyut.

Mengingat tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi dan jenis gempa dan tsnami yang hampir setara dengan gempa dan tsunami di Aceh, saya kira Jepang cukup mengantisipasi gempa ini. Jika negara lain mengalami kejadian serupa, bisa jadi korbannya jauh lebih banyak.

Mengingat kondisi Indonesia yang mirip dengan Jepang, dalam hal tertimpa bencana gempa bumi, apakah sudah punya kesiapan setara dengan Jepang? Semoga saja.