Friday, April 22, 2011

Philadelphia

Judul Film : Philadelphia
Sutradara : Jonathan Demme
Pemain : Tom Hanks, Denzel Washington, Antonio Banderas
Durasi : 120 menit
Produksi/tahun : Tri Stars Pictures/1993

Mula-mula nama Philadelphia identik dengan kota di daerah Asia Minor tempat jemaat Kristus yang penuh kasih persaudaraan. Philadelphia tercatat di Alkitab Terjemahan Baru LAI, dengan nama Filadelfia. Ia adalah satu di antara tujuh jemaat yang dikirimi surat oleh Tuhan di kitab Wahyu. Tuhan Yesus menyebutnya sebagai jemaat yang menuruti firman-Nya dan tekun menantikan-Nya (Wahyu 3:7-13). Pada akhir zaman jemaat ini memperoleh kemuliaan bersama Yesus. Kota itu sekarang bernama Allahshehr (artinya: kota milik Allah) dan menjadi bagian dari negara Turki

Mungkin oleh sebab sifat baik yang menempel padanya, orang-orang Amerika Serikat memberi nama salah satu kotanya Philadelphia. Bahkan Joe Miller (Denzel Washington), pengacara dari Andrew Beckett (Tom Hanks), mengingatkan kembali pada khalayak yang mewawancarainya setelah keluar dari gedung pengadilan pada hari pertama sidang gugatan dari kliennya. “Philadelpia adalah kota kasih persaudaraan” katanya di tengah kerumunan orang-orang yang berteriak menentang homoseksualitas.

Beckett, sebelum menggugat firma tempat dia dulu bekerja, adalah seorang pengacara yang mempunyai masa depan cerah. Ia menjadi ‘anak kesayangan’ partner senior firma tersebut. Bahkan pada saat-saat terakhir sebelum ia dipecat, Beckett mendapat kepercayaan mewakili partner-partner senior untuk membela klien besar dalam satu kasus pembajakan copy right. Hampir saja ia memperoleh impiannya.

Namun, salah satu pengacara senior firma itu mengenali luka di kening Beckett sebagai tanda-tanda AIDS, penyakit mematikan yang pada saat itu banyak diderita kaum homoseksual. Adegan selanjutnya Beckett datang pada Miller, pengacara bekas musuhnya di persidangan-persidangan sebelum ia dipecat. Sewaktu Miller mendengar Beckett mengidap AIDS, ia menolak untuk menerima tawaran untuk mendampingi di pengadilan. Miller mengalami pergumulan pribadi hingga akhirnya pada satu peristiwa di ruang perpustakaan hukum, Miller tergerak nurani keadilannya dan akhirnya memutuskan membela Beckett untuk menggugat firma itu.

Pelajaran apa yang hendak disampaikan film ini? Kasih tidak boleh membedakan? Tidak boleh ada perlakuan diskriminasi dalam pekerjaan? Dukungan seorang istri pada suaminya – salah satu sebab Miller memutuskan membela Beckett karena istrinya mendukungnya? Pelajaran-pelajaran ini bisa menjadi diskusi tersendiri. Silakan menonton dan menggali nilai-nilai di dalamnya. Namun pesan saya tetaplah waspada! Walaupun film ini sama sekali tanpa adegan seksual dan kekerasan, efeknya mungkin lebih berbahaya jika tidak berhati-hati.
Sesudah menonton – pelajarilah Kejadian 19: 4-9, Roma 1:27, I Korintus 6:9 –20, Matius 7:1-5 - Bay