Thursday, May 19, 2011

Rumah Kecil di Rimba Besar



Judul : Rumah Kecil di Rimba Besar
Seri : Little House (Seri Laura)
Penulis : Laura Ingalls Wilder
No. ISBN : 978-979-687-869-7
Tebal : 222 hlm.
Penerbit : Libri

Novel ini adalah buku pertama dari rangkaian buku yang ditulis oleh Laura Ingalls Wilder. Laura Ingalls Wilder adalah seorang penulis dan pionir terkenal di Amerika Serikat. Ia menuliskan novel-novelnya berdasarkan pengalamannya semenjak ia masih kecil (terutama pengalamannya ketika ia ikut mengembara bersama keluarganya) sampai ia menetap dan berkeluarga.

Laura Ingalls Wilder lahir di dekat kota Pepin, Wisconsin, sebagai Laura Elizabeth Ingalls pada 7 Februari 1867, dari seorang ayah bernama Charles Ingalls dan seorang ibu bernama Caroline Ingalls. Bersama kakaknya, Mary Ingalls, mereka tinggal di sebuah rimba di Wisconsin, yang dikenal sebagai Rimba Besar. Di sanalah mereka membangun rumah balok kayu mereka, Ma (panggilan Laura kepada ibunya) membuat kue dan keju, serta Pa (panggilan untuk ayah Laura) berburu di hutan dan bermain biola pada malam hari.

Popularitas Laura meroket berkat tulisan-tulisannya. Sebagai seseorang yang dikenal sebagai ”gadis pionir” yang menuliskan pengalamannya sebagai gadis yang mengembara bersama keluarganya dengan menggunakan gerobak beratap terpal—dan masa ketika ia menuliskan/menerbitkan novel-novelnya adalah masa ketika masa perintisan dapat dikatakan selesai—ia seolah menghidupkan kembali semangat dan rasa kebanggaan bangsa Amerika akan masa lalu mereka sebagai pengembara dan perintis. Tulisannya menimbulkan semangat dalam diri pembaca yang langsung menyadari bahwa mereka adalah bangsa pengembara dan perintis, yang membuka tanah garapan baru di negeri asing. Mereka sadar bahwa mereka adalah bangsa besar karena mereka adalah bangsa yang bekerja keras membanting tulang demi membangun masa depan yang lebih baik.

Tulisan-tulisan Laura menjadi saksi mata atas mengalirnya orang-orang dari daerah Timur ke Barat dalam jumlah besar, yaitu masa ketika derap pembangunan mulai membanjiri wilayah Barat yang masih liar. Dimulai dengan jalan-jalan kereta api dan kedatangan para ”homesteader” (yaitu orang-orang yang mencari lahan untuk digarap dan ditinggali), bersama keluarga Ingalls, ribuan, bahkan ratusan ribu orang, mulai membuat roda kehidupan Amerika di wilayah Barat mulai berdenyut.

Buku pertama ini memang belum secara khusus menggambarkan hal itu. Namun, gaya hidup keluarga Ingalls, terutama Charles Ingalls, memperlihatkan bagaimana jiwa seorang petualang yang ingin selalu mengembara ke sebelah barat. Kesukaannya berburu, bertani, membuka lahan, dan bertualang adalah modal awal dari pengembaraan selanjutnya yang nanti akan diceritakan pada novel-novelnya selanjutnya.

Tulisan Laura ini menceritakan bagaimana suatu keluarga yang berjiwa pengembara memulai hidup di suatu hutan kecil dengan usaha sendiri dan penuh perjuangan. Laura menceritakan secara detail berbagai aspek kehidupannya pada waktu itu—seolah-olah ia menulis bagi orang yang tidak mengenal cara pengembara hidup di wilayah terpencil.