Friday, August 12, 2011

Satu Hari Penuh Keajaiban



Judul: Satu Hari Penuh Keajaiban
Penulis: Ita Siregar
Tebal: 110 halaman
Penerbit: BPK Gunung Mulia
Harga: Rp 22.000,-

Tidak banyak novel pra-remaja yang mengusung nilai-nilai kristiani. Setelah era buku-buku petualangan karya Enid Blyton, kisah-kisah petualangan remaja-remaja dalam novel lebih banyak dibumbui cerita percintaan. Sering bumbunya, terlalu dominan.
Makin langka lagi, novel pra-remaja yang mengambil latar belakang masa-masa Alkitab. Saya kira Satu Hari Penuh Keajaiban ini satu-satunya novel pra-remaja yang Sali ditulis dalam bahasa Indonesia yang memakai latar zaman Yesus berkarya di dunia.
Dengan tokoh utama, remaja umur 12 tahun, Yoel, novel ini dibuka dengan apik tentang sebuah keluarga Yahudi abad pertama Masehi. Keluarga yang akrab dan kompak, yang kepala keluarga sudah meninggal karena terserang penyakit.
Si Yoel, dengan tingkah khas anak abg, bersama empat sahabatnya punya obsesi untuk melihat Yesus dari dekat. Mereka tinggal di Betsaida, kota pinggir danau Galilea, tidak jauh dari kampung halaman Yesus. Sebelumnya mereka sudah mendengar tentang kisah-kisah aktivitas Yesus dari orang-orang.




Tentu saja, mereka bertemu Yesus. Namun, cara penggambaran Ita Siregar tentang pertemuan ini, sangat cerdik. Sebab, Ita menyisipkan tokoh Yoel dalam salah satu cerita mukjizat yang Yesus buat. Ia memanfaatkan tokoh yang dalam Alkitab anonim, sehingga membuka peluang untuk mengembangkan kreativitas. Akibatnya, si Yoel menjadi tokoh yang sangat berperan terhadap terjadinya mukjizat tersebut. Cerdiknya, kisah Alkitabnya sendiri tidak tercederai oleh masuknya tokoh Yoel dalam jalinan kisah.
Buku yang dilengkapi ilustrasi asyik karya Toto Winarmo ini, bisa menjadi awal yang baik untuk belajar Alkitab para pra-remaja kita.