Friday, September 30, 2011

Slanker Sejati Punya Karya: Astina Triutami & Novel Aku Bukan Budak

Peluncuran buku Aku Bukan Budak dilaksanakan pada 22 September 2011 di Bentara Budaya Jakarta. Acara yang diawali dengan happening art yang diperankan Putrika Tobing dan Pricillia Watimurry yang menggambarkan perjuangan seorang Tenaga Kerja Migran di luar negeri. Happening art tersebut diiringi salah satu cuplikan tulisan Astina dalam novelnya. Dalam peluncuran, novel tersebut dikomentari oleh budayawan Prof Jakob Sumardjo, aktivis Migrant Care Wahyu Susilo, dan Arswendo Atmowiloto. Arswendo mengungkapkan, karya Astina termasuk apa yang disebut sastra reality, karya sastra yang diangkat dari perjalanan hidup atau kisah nyata. “Makin unik pengalaman si penulis, makin menarik kisahnya. Kisah semacam ini, biasanya dituliskan dengan gaya aku atau saya,” tuturnya. Ratna Sarumpaet juga mengapresiasi karya perempuan yang hanya tamatan SMP ini. "Karya yang hebat," katanya.. Novelnya sendiri berkisah dengan awal kehidupan Astina di Probolinggo. Karena orangtua sering cekcok, dia lari dari rumahnya di Probolinggo, ke Bandung tanpa uang sepeser pun. Ditolong komunitas Slanker Bandung. Jadi anak jalanan. Kemudian jadi TKW di Hongkong. Kisahnya mengalir ringan tanpa menonjolkan kencengengan walaupun banyak ditempa penderitaan. Kesan yang kuat adalah keteguhan Astina dalam mewujudkan cita-cita dan harapan dalam hidupnya walau tantangan mengadang. Alur yang sangat detail dan dialog-dialog bernas yang mengisi sepanjang novel ini menjadi kekuatan yang mungkin tidak mampu disaingi oleh novelis senior sekalipun.