Friday, February 24, 2012

Menulis Itu Gampang -- Universitas Kristen Indonesia

seminar bagi guru dan siswa slta se-jabodetabek 
ruang seminar lantai 3 uki
24 februari 2012
pukul 9
arswendo atmowiloto
diselenggarakan oleh fakultas sastra uki
200 peserta budimulia bogor
sma negeri 62
menurut dekan, ini adalah pengabdian masyrakat
menulis seperti membaca. banyak yang enggan
menukis berarti berpikir
disebut astina di forum ini
kewajiban universitas
tri dharma pt
menulis di jurnal dijadikan syarat lulus thesis dan disertasi
acara dibuka resmi purek 1
moderator dekan
2 karya
mengarang itu gampang dsn senopati pamungkas
diawali pemutaran pembukaa keluarga cemara
ayah 45 tahun mati. anak 6. lulusa sma. 
dulu kuliah ikip 3 bulan. 
cita2 jadi dosen tapi gak punya dana.
lsura ingalls menulis 60 tahun
jadi kapan pun bisa dimulai.
nulis sejak sma
umur 60 tahun sekarang
ide besar harus jadi dasar
tema
unsur: kreatif. menciptakan sesuat yg baru stau memperbarui ciptaan lama.
kreativitaslah yg membedakan manusia dgn binatang
kedua: need for achievement
ketiga: bersekutu. sebagai penulis harus berkumpul dgn para penulis. penting karena berhubungan dgn karya. untuk input.
anfrea hirata gak brani kirim naskah tapi dikuatkan temannya
judul laskar pelangi 1 miliar
dewi lestari datang ke wendo minta dibaca
bagus
diterbitkan sendiri
rendra juga gak berani
bersekutu membuat kita berani.
keempat: menulislah. 
desi ratnasari yang mengorbitkan wendo. main jendela rumah kita
inul diajakin wendo.
ibi adalah wujud bersekutu.


  • 1 episode 25 hlm bagi pemula 5 juta
  • betesda triangle
    tidak punya citacita jadi penulis
    pengen jadi dokter
    bahasa gaul or baku
    bisa juga narasi baku tapi kutipan pakai gaul
    contoh hilman lupus
    • dosen london school
    • sma 74
    • pak agus
    • kelas 10 kompetensi dasar harus bisa menuolis kisah dendiri
    • yg tanya banyak bgt
    • bekssi timur 154
      trend sudut pandang orang pertama lagi marak di indonesia
      di amerika 15 tahun lalu sampai sekarang masih bagus

Wednesday, February 22, 2012

Menyelidiki Kesejarahan Yesus



Judul: Menyelidiki Kesejarahan Yesus: Pencarian Seorang Sejarawan
Penulis: John Dickson
Judul Asli: Investigating Jesus
Penerjemah: Doni Jaya, tim redaksi
Editor: Yoel M. Indrasmoro, Stephen McElroy
Tebal: 184 halaman
Penerbit: Yayasan Komunikasi Bina Kasih

Di dunia barat, fakta Yesus sebagai pribadi yang pernah hidup di dunia menjadi pertanyaan bagi beberapa orang. Mereka menganggap bahwa Yesus adalah tokoh fiktif dari para pemeluk agama Kristen untuk mendukung iman mereka. Namun, apakah benar seorang yang bernama Yesus dari kampung Nazaret hanya tokoh rekaan? Seorang sejarawan sekuler dari Department of Ancient History, Macquarie University (Sydney), John Dickson,  menyorotinya secara akademis. Ia menggunakan prinsip-prinsip yang ketat, menurut ilmu sejarah, dalam menentukan berbagai temuan dan naskah yang berkaitan dengan keberadaan Yesus ini.

Walau di Indonesia isu ini hampir tidak pernah terdengar, mengingat masih kuatnya tradisi keagamaan masyarakatnya, buku ini tetap menjadi bacaan yang sangat menarik. Pasalnya, mereka yang selama ini beriman kepada Yesus Kristus, mendapat berbagai materi yang cukup netral untuk membuktikan bahwa sosok Yesus, nyata pernah hidup di Palestina pada abad pertama, di bawah pemerintahan Romawi.

Dickson, mengawali secara runtut buku ini dengan pernyataan seorang yang menyangkal keberadaan Yesus dalam sejarah. Si penyangkal adalah seorang profesor yang cukup terkenal. Sayangnya, kepakarannya bukan di bidang sejarah. Ia adalah profesor bahasa.

Dari situ, Dickson, seorang pakar sejarah, tergelitik untuk melakukan penyelidikan yang secara keilmuwan sejarah, dapat dipertanggungjawabkan. Ia pun memulai penelusuran dari berbagai naskah-naskah yang tersimpan di berbagai museum di seluruh dunia untuk menyelidiki kesejarahan Yesus. Dimulai dari berbagai catatan para senator, sejarawan Yahudi, hingga naskah-naskah kuno Alkitab Perjanjian Baru. Ia juga sedikit menyinggung tentang naskah-naskah gnostik, yang selama ini menjadi acuan beberap orang untuk menyangkali keberadaan Yesus. 

Buku yang full color ini, menjadi sarana yang asyik untuk memperkuat iman kita. (Bay)






Tentang Penulis Buku Ini 

John Dickson adalah seorang penulis Australia, sejarawan, pendeta dan Peneliti Senior di Departemen Sejarah Kuno di Macquarie University. Dia adalah pendiri dan direktur dari Centre for Public Christianity, sebuah perusahaan media yang berupaya "mempromosikan pemahaman publik dari iman Kristen". Tahun ini ia mulai paruh waktu sebagai pendeta senior dari Gereja Anglikan St Andrew, Roseville, Australia. 
Buku John berfokus pada relevansi Yesus dalam dunia kontemporer, dan dia memenangkan Australian Christian Book of the Year pada tahun 2000 dan 2005. Sebelum memulai karir menulis pada tahun 1993, John adalah seorang penyanyi / penulis lagu dengan band In the Silence, dengan siapa ia terus melakukan sesekali. Ia juga host acara musik TV, Swordfish pada Network Ten selama dua tahun.
John memiliki gelar PhD dalam Sejarah Kuno dari Macquarie University dan merupakan pembicara yang sangat dihormati dan penulis. Sebagian besar perhatiannya dalam beberapa tahun terakhir telah difokuskan pada 'kehidupan Yesus' dan menantang argumen dari ateis baru seperti Richard Dawkins dan Michel Onfray. 
Bukunya, The Christ Files dibuat menjadi film dokumenter dan ditampilkan pada Network Seven pada Paskah 2008 serta Hari Natal tahun 2009. 


*Buku ini tersedia di perpustakaan Aksarakita, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Jakarta.