Thursday, May 10, 2012

Lady Gaga dan FPI



Lady Gaga (Stefani Joanne Angelina Germanotta) di Indonesia baru-baru ini menjadi pembicaraan hangat. Pasalnya, ikon budaya pop abad ke-21 ini hendak menggelar konser di Senayan, 2 Juni 2012. Bukan hanya tiketnya yang mahal tapi ludes, melainkan terutama karena penolakan Front Pembela Islam (FPI) terhadap kehadiran Lady Gaga ini. FPI Menganggap kedatangan Lady Gaga bakal merusak moral orang Indonesia. Bahkan dalam kecamannya, mereka menganggap orang-orang yang telah membeli tiket konser tersebut, kondisi kerohaniannya patut diragukan.


Omong-omong, selain karier di musik, Gaga juga berkontribusi untuk berbagai kegiatan amal. Untuk bencana alam, Gaga telah berupaya dengan berbagai cara. Meski urung tampil dalam single "We Are The World 25" untuk mendukung korban gempa Haiti 2010, ia menyumbangkan hasil konsernya di Hall Radio City New York pada 24 Januari 2010. Semua keuntungan dari toko online resminya pada hari itu juga
disumbangkan. Gaga mengumumkan bahwa perkiraan total $ 500.000 dikumpulkan untuk dana tersebut.





Beberapa jam setelah gempa bumi dan tsunami melanda Jepang pada 11 Maret 2011, Gaga menulis pesan dan menampilkan link Japan Prayer Bracelets (JPB) di account tweeternya. Isi pesannya, semua pendapatan dari gelang yang ia dirancang dalam hubungannya dengan JPB disumbangkan untuk membantu korban gempa. Pada 29 Maret 2011, JPB mengumpulkan $ 1,5 juta. Pada tanggal 25 Juni 2011, Gaga tampil di acara amal MTV Jepang di Makuhari Messe, untuk mendukung Palang Merah Jepang.

Jadi daripada mengomentari dan menolak penampilannya yang kemungkinan besar tidak merusak ahlak orang Indonesia (bukankah banyaknya orang Indonesia yang menjarah negerinya sendiri triliunan, menunjukkan ahlaknya sudah parah?), lebih baik mengapresiasi apa saja yang telah dilakukan Lady Gaga demi kemanusiaan?


Karena ahlak bukan sekadar gaya berpakaian dan cara orang mengungkapkan ekspresi pribadi, melainkan pada apa saja yang jujur di dalam benak hati. 


Sayang Ayahnya
Untuk membuktikan rasa sayang dan hormatnya kepada ayahnya, Gaga mengabadikan sebuah tato berlambang hati dengan tulisan "dad" di dalamnya. Tato yang terletak di punggung kirinya itu dibuat pada tahun 2009 setelah ayahnya menjalani operasi jantung terbuka.

Sejumlah media mengatakan "mother monsters" ini memiliki sembilan tato, tapi beberapa sumber juga menyatakan Gaga saat ini memiliki belasan tato di bagian kiri tubuhnya.



Lady Gaga Rendah Hati

TEMPO.CO, Jakarta - Hingga saat ini belum ada kepastian dari pihak promotor Big Daddy Entertainment perihal pembatalan konser Lady Gaga yang berlangsung 3 Juni di Stadion Gelora Bung Karno.


Meskipun begitu, sosok Gaga yang low profile begitu melekat pada diri sang promotor yang diwakili oleh Arif. Biasanya untuk memperlancar jalannya konser, pihak promotor berkewajiban memenuhi riders (petunjuk dan aturan) yang diinginkan si artis. 


Lalu apa yang diminta Gaga ketika menganggukkan kepalanya untuk menggelar konser di Indonesia?


"Untuk artis sekelas dia, kita kaget juga dengan riders yang dia minta. Sangat mudah dan tidak merepotkan," kata Arif kepada Tempo, Senin 21 Mei 2012.


Lebih lanjut Arif mengatakan, kalau Gaga tipe artis yang terkenal humble. Di negara manapun dia tampil, dia tidak pernah merepotkan penyelenggaranya. 


"Dia begitu rendah hati dan sangat down to earth," ujar Arif.


Gaga yang terkenal sebagai penyanyi dan musisi bertalenta itu tidak pernah merasa dirinya sebagai artis kelas atas yang pongah. Arif memberikan contoh perihal kerendahan hati Gaga soal riders yang dia minta.


"Sebagai contohnya, dia meminta air minum. Dia tidak memberikan merek secara spesifik yang dia minta," jelas Arif. Sudah menjadi rahasia umum, jika artis internasional selalu mencari merek tertentu yang biasa dia pakai dan itu sering merepotkan promotor untuk mendapatkannya. 


"Padahal air minum itu salah satu yang penting untuk dipenuhi," kata Arif.


Perihal desain dan interior kamar hotel pun, Gaga tidak meminta secara khusus. Berbanding terbalik ketika diva Mariah Carey konser di Indonesia pada 2004. Pelantun Rainbow ini meminta kamar hotelnya dibuat dengan banyak ornamen kupu-kupu.


"Sejauh ini hanya itu riders yang kami terima dari manajemen Lady Gaga," kata Arif.