Tuesday, September 11, 2012

Persiapan 20 September

Kantorku makin heboh menyambut Pilkada DKI Jakarta.
Asyiknya, pada kamis besok 20 September 2012, kantor diliburkan.
 Tempelan stiker Jokowidodo + Ahok di pintu salah satu ruang kerja

 Tempelan pasangan Joko Widodo dan Ahok di pintu ruang kerja Pdt. Andar Ismail. Tentu saja dipasang oleh yang empunya ruangan.

 Kalau ini bukan di kantor, entah siapa yang cukup iseng memberi baju kotak-kotak kepada almarhum Presiden Republik Indonesia, Soeharto.

 Samuel Saragih, Maya Krokok, Sari Mawarni yang bajunya kotak-kotak.

 Dua orang pendukung Jokowi-Ahok walau gak memegang KTP DKI Jakarta.

Renti juga berkotak-kotak.

Beberapa analisis dari Tempo

Jokowi menang tipis: Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menyatakan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja akan unggul dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Dalam survei yang dilakukan 10-14 September dan melibatkan 1.250 responden ini, mereka unggul dengan selisih hampir tiga persen (selanjutnya)

Dilarang pakai baju kotak-kotak saat rapat DPR: Pemimpin Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Aziz Syamsuddin, melarang anggota komisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memakai kemeja kotak-kotak dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian RI, dan Kejaksaan Agung. Aziz menilai baju kotak-kotak merupakan ciri khas calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. (selanjutnya)

Foke berwibawa dan ganteng: Dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja (Jokowi-Ahok) punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. Terkait pencitraan, hasil menarik mengenai keduanya dipaparkan Lembaga Survei Indonesia (LSI). (selanjutnya)

Pada Rabu 19 September malam, hampir bisa dipastikan timeline Facebook dan Twitter akan ada kampanye-kampanye amatiran. Misalnya: "Jakarta dimulai dengan huruf J bukan F. Plat nomor kendaraan Jakarta adalah B bukan N." Dan, sebagainya. Atau, di tulisan ini.

Oh ya, mereka yang berkotak-kotak pernah saya muat di "Baju-baju Jokowi-Ahok".

Bahkan kampanye hitam juga ada.
Foke pun rela datang ke PHMJ dan Sinode GPIB.

Wiryo Widianto, jauh-jauh dari Surabaya, rela mengenakan baju kotak-kota :-)