Monday, November 12, 2012

BBM Indonesia terlalu murah


Bukan karena sok-sokan saya menulis ini. Sebab, seandainya BBM benar-benar naik, untuk sementara pasti kelabakan juga. Namun, jika mengingat masa depan negara tempat saya tinggal, kondisi ini harus diakhiri. Bahan bakar minyak di Indonesia sangat terbatas. Kita harus menggunakannya dengan bijaksana. Kalau tidak, bencana bakal menanti penerus bangsa ini.

Apa tanda sederhana BBM terlalu murah? Membludaknya pemudik memakai kendaraan pribadi. Sebab, saking murahnya, kendaraan pribadi menjadi cukup ekonomis untuk dibawa mengarungi perjalanan 500-600 km.

September lalu, Kepala BPH Migas Andi Noorsaman Sommeng mengatakan adanya pergeseran dari penggunaan BBM non subsidi ke BBM subsidi sehingga kuota BBM subsidi menjadi jebol. "Harga BBM subsidi terlalu sangat murah," katanya.
Menurut Andi, di negara-negara besar saat ini harga BBMnya hampir dua kali lipat dari harga keekonomian. Pasalnya, jika harga BBM masih murah maka pengembangan energi baru dan terbarukan menjadi mandek. "Ini kan berhubungan dengan pengembangan energi baru terbarukan kalau harga BBMnya masih murah," tegasnya.

Andi menambahkan harga BBM non subsidi juga terlalu murah jika pemerintah menetapkan rencana pengembangan eenergi baru terbarukan sehingga energi baru terbarukan belum sepenuhnya dikembangkan. "Harga BBM non subsidi Rp 9.000-an juga terlalu murah kalau kita bicarakan pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan)," pungkasnya.

Seandainya, BBM tidak murah, mungkin dalam setahun akan terjadi kesusahan yang sangat. Harga kebutuhan pokok akan melonjak (walau kenyataannya pengaruh BBM dalam harga kebutuhan pokok tidaklah besar, orang Indonesia yang latah biasanya akan memanfaatkan alasan BBM naik untuk mengeruk keuntungan atas naiknya harga BBM ini), ongkos transportasi umum juga akan naik, dsb.




Namun, dalam jangka panjang, BBM yang mahal mendorong kita lebih kreatif memanfaatkan energi alternatif: gas, sinar matahari, energi bio, *nuklir* (kita harus mengakui orang Indonesia sangat kreatif). BBM yang mahal juga membuat proses pengolahan crude oil juga lebih ekonomis sehingga kualitas BBM menjadi lebih baik. Sila tambahkanlah lagi keuntungan BBM mahal.


Secara jangka panjang memang bagus, tetapi harus berkorban. Peribahasanya, "Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian."