Wednesday, November 7, 2012

Menyelesaikan Konflik Tanpa Kekerasan


Setahuku orang Indonesia pertama kali berunding untuk menyelesaikan masalah di Perjanjian Giyanti pada 1755. Sebelumnya, kalau ada masalah = perang. Perjanjian giyanti pun atas prakarsa VOC, bukan pihak yang bertikai. Hasilnya Kraton Solo dan Kraton Jogja.


Naskah Perjanjian Giyanti


Mas Handaka Mukarta, menulis dalam twitternya, "Kita mengalami amnesia budaya. Kekuasaan yg menulis sejarah dan rakyat sbg angka. Jepang berhasil menghidupkan Bushido dan serangkaian seni-budaya yg mjd karakter bangsa. Pdhal Mataram bangkit hampir bersamaan dg Keshogunan Tokugawa. Org jawa sp tdk bs mbedain "kami" dan "aku", semua "kula" atau "kawula" yg artinya hamba, rakyat. Naskah2 baru muncul di Surakarta sblm Diponegoro dan sesudah Diponegoro kalah. Pasca Majapahit, kebudayaan tdk berkembang dg baik. Perebutan kuasa dan intrik terus."