Wednesday, July 24, 2013

Buku Jejak-jejak Suci yang Dikirim ke Luar Kota


Kirim ke GorontaloBeberapa waktu lalu saya coba jual bukuku di FB melalui Fanpage Jejak2Suci.
Ternyata yang menanggapi lumayan juga.

Ini dia buku-buku yang sudah dikirim


Kirim ke Gorontalo

Kirim ke Maros

Kirim ke Ungaran

Thursday, July 11, 2013

Warga Jakarta. Jangan Pilih Anggota DPR Rezim Lama!

Ini adalah ungkapan kekesalan saya terhadap tidak lancarnya pembangunan di Jakarta.

Anggota DPR daerah pemilihan DKI Jakarta

DKI JAKARTA I

Kodya Jakarta Timur

Jumlah kursi : 6

No.
Nama
Partai
A-114H ANDI ANZHAR CAKRA WIJAYAPARTAI AMANAT NASIONAL
A-23SAIFUDIN DONODJOYOPARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA
A-332R. ADANG RUCHIATNA PURADIREDJAPARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
A-449H. TRI YULIANTO,SHPARTAI DEMOKRAT
A-450H. HAYONO ISMAN. S.IPPARTAI DEMOKRAT
A-58AHMAD ZAINUDDIN, LCPARTAI KEADILAN SEJAHTERA

DKI JAKARTA II

Kodya Jakarta Pusat + Luar Negeri | Kodya Jakarta Selatan

Jumlah kursi : 7

No.
Nama
Partai
A-200Ir. FAYAKHUN ANDRIADI, M.KOMPARTAI GOLONGAN KARYA
A-288DRA.HJ.OKKY ASOKAWATI,S.PSIPARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN
A-333Ir. ERIKO SOTARDUGA B.P.SPARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
A-451HJ.MELANI LEIMENA SUHARLIPARTAI DEMOKRAT
A-452Dr. NOVA RIYANTI YUSUF, SpKj.PARTAI DEMOKRAT
A-453NURCAHYO ANGGOROJATIPARTAI DEMOKRAT
A-59DR. MOHAMAD SOHIBUL IMANPARTAI KEADILAN SEJAHTERA

DKI JAKARTA III

Kodya Jakarta Barat | Kodya Jakarta Utara | Kab. Adm. Kep.Seribu

Jumlah kursi : 8

No.
Nama
Partai
A-201Drs. H.M. ADE SUPRIATNA, SH., MHPARTAI GOLONGAN KARYA
A-24Drs. H. HARUN AL RASYIDPARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA
A-334Drs. EFFENDI M.S. SIMBOLONPARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
A-454DR. H. MARZUKI ALIEPARTAI DEMOKRAT
A-455DRS. EDDY SADELI,SHPARTAI DEMOKRAT
A-456HJ. VERA FEBYANTHI, MM.PARTAI DEMOKRAT
A-60DRS. H.ADANG DARADJATUNPARTAI KEADILAN SEJAHTERA
A-61Dra. WIRIANINGSIH, M.SiPARTAI KEADILAN SEJAHTERA

Sumber: Website DPRRI



FRAKSI FARAKSI DPRD PROVINSI DKI JAKARTA

FRAKSI PARTAI DEMOKRAT DPRD DKI JAKARTA 2009 - 2014




FRAKSI PKS DPRD PROV. DKI JAKARTA 2009 - 2014


FRAKSI PDI PERJUANGAN DPRD DKI JAKARTA 2009  -  2014

FRAKSI PARTAI GOLKAR DPRD PROV DKI JAKARTA 2009 - 2014

FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN DPRD 
PROV DKI JAKARTA 2009 - 2014
                          
               FRAKSI PARTAI GERINDRA  DPRD PROV DKI JAKARTA 2009 - 2014

FRAKSI PARTAI HANURA DAMAI SEJAHTERA DPRD PROV DKI JAKARTA 2009 - 2014

FRAKSI PAN - P K B  DPRD PROV DKI JAKARTA 2009 - 2014

SUSUNAN PIMPINAN DAN ANGGOTA
FRAKSI-FRAKSI DPRD PROVINSI DKI JAKARTA
BERDASARKAN KEPUTUSAN DPRD PROVINSI DKI JAKARTA
NOMOR22TAHUN2011

F R A K S I   P A R T A I  D E M O K R A T

1. Mayj'en TNI (Purn) H. Ferrial Sofyan (Penasehat)
2.  H. Aliman A'at, SE (Ketua)
3. Drs. Perdata Tambunan, SH, MH (Wakil Ketua)
4.  Hardi, SE (Wakil Ketua)
5.  Sandy (Sekretaris)
6.  Hj. Y. Siti Sofiah, SE (Wakil Sekretaris)
7.  Ernawati Sugondo, S.Sos (Bendahara)
8.  Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu (Anggota)
9.  H. M. Firmansyah, SE (Anggota )
10. Johny Wenas Polii, SE, ME (Anggota)
11. H. Lucky P. Sastrawiria, MBA(Anggota)
12. H. Achmad Husin Alaydrus, SH, MH (Anggota)
13. H. Abdul Muthalib Shihab, Lc (Anggota)
14. Santoso(Anggota)
15. Ir. Maria Hennie Longkeng(Anggota)
16. Hj. Nenehg Hasanah (Anggota)
17. Edward Haposan Napitupulu (Anggota)
18. Taufiqurrahman (Anggota)
19. Mujiyono (Anggota)
20. Monica Wilhelmina Weenas(Anggota)
21. DR. Hj. NadjmatuI Faizah, SH, M.Hum (Anggota)
22. Hj. Ditian Corissa, SE, MM (Anggota)
23. H. Misan Samsuri (Anggota)
24. Hj. Mima Destian Na'amin(Anggota)
 25. Tony Setiawan Yanche (Anggota)
26. Drs. H. A. Nawawi, SH, M.Si (Anggota)
27. Dipl. Ing. Hendry Ali, MM (Anggota)
28. Agung Haryono (Anggota)
29. Hj. Marie Amadea Ismayani, S.SI (Anggota)
30. dr. Marthin Bimbuain, M.Kes (Anggota)
31. Nur Afni Sajim (Anggota)
32. Windy Winanty, SE



FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA


1.  Ir.H. Triwisaksana, M.Sc (Penasehat)
2.  H. Selamat Nurdin, MM (Penasehat)
3.  H.Nurmansjah Lubis, AAAIS,SE,Ak,MM (Penasehat)
4.  Rois Handayana Syaugie, SH  (Ketua)
5.  Hj. Rifkoh Abriani, S.Pd. (Sekretaris)
6.  Dite Abimanyu, Ak, MM  (Bendahara)
7.  H. Igo llham, Ak (Anggota)
8.  Abdul Aziz, Lc (Anggota)
9.  H. Tubagus Arief, S.Ag (Anggota)
10. Drs. H. Nasrullah (Anggota)
11. Hj. Siti Fathiyah, Lc (Anggota)
12. Ahmad Zairofi, Lc (Anggota)
13. H. M. Subki, Lc (Anggota)
14. Hj. Nurjanah Hulwani, S.Ag (Anggota)
15. Dra. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si (Anggota)
16. Wasito Al Wasith, S.Ag (Anggota)
17. H. M. Gunawan, Ak, M.Soc, Sc(Anggota)
18. Hj. Yusriah Dzinnun (Anggota)

 FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN

1.  Drs. Maringan Pangaribuan, MM (Penasehat)
2.  H. Sayogo Hendrosubroto, S.IP (Penasehat)
3.  Drs. H. E. Syahrial, MM  (Ketua)
4.  H. Boy Bernadi Sadikin (Wakil Ketua)
5.  jhonny Simanjuntak, SH (Sekretaris)
6.  Dwi Rio Sambodo, SE, MM (Wakil Sekretaris)
7.  Hj. Ida Mahmudah (Bendahara)
8.  Cinta Mega (Anggota)
9.  Merry Hotma, SH (Anggota)
10. William Yani, SH (Anggota)
11. Budi Santoso, SE (Anggota)


            FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA

1.  Drs. Inggard Joshua (Penasehat)
2.  H. Prya Ramadhani, SH (Wakil Penasehat)
3.  H. M. Ashraf Ali, BAC, SH (Ketua)
4.  H. Zainudin MH, (SEWakil Ketua)
5.  Ruddin Akbar Lubis, SH (Sekretaris)
6.  H. Taufik Azhari, M.Si (Bendahara)
7.  H. Achmat Ismail Rawi (Anggota)


    
FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

1.  H. Lulung AL, SH (Penasehat)
2.  Drs. H. Ridho Kamaluddin(Penasehat)
3.  H. Matnoor Tindoan, SH(Ketua)
4.  H. Maman Firmansyah (Wakil Ketua)
5.  Abdul Aziz, (SESekretaris)
6.  Belly Bilalusalam (Wakil Sekretaris)
7.  H. Ichwan Zayadi, SE (Bendahara)




FRAKSI GERAKAN INDONESIA RAYA
 
1.H. Taufik Hadiawan  (Penasehat)
 2.Ir. H. Mohammad Sanusi(Ketua)
 3.Ir. Endah S. Pardjoko, MM (WakilKetua)
 4.S. Andyka  (Sekretaris)
 5.Iman Satria  (Bendahara)
 6.Rany Mauliani (Anggota)


            
 FRAKSI HANURA DAMAI SEJAHTERA 

1.Drs. Sahrianta Tarigan (Penasehat)
2.Drs. Rukun Santoso, MM, M.Si(Penasehat)
3.Fahmi Zulfikar H, SH (Ketua)
4.Elisabeth Liestriana M, SE (Sekretaris)
5.H. Muhammad Guntur, SE, MM (Bendahara)
6.Ir. Farel Silalahi(Anggota)
7.Dwi Rianta Soerbakti, MBA  (Anggota)
8.DR. Suprawito, M.Si (Anggota)


    
FRAKSI PAN - PKB
 1.KM. Moch. Asyari (Ketua)
2.H. Thamrin, SHWakil (Ketua)
3.H. Hasbiallah llyas, S.Ag (Sekretaris)
4.Hidayat AR Yasin (Bendahara)
5.Wanda Hamidah, SH, M.Kn(Anggota)
 Sumber: Blog DPRD Jakarta

Friday, June 28, 2013

Mimpi di Akhir Juni

Hujan yang tiba-tiba turun
Malam yang tiba-tiba panas
Orang bergegas
Berguguran daun-daun

Jalanan mulai memangsa
Manusia binatang
Teman musuh yang dikenang
Sampai akhirnya semua hampa

Dan, mimpi itu tak akan berakhir

Thursday, May 30, 2013

Dan, semuanya berakhir

Dua hari lalu, debu-debu masih belum berlalu
Mei belum menghabiskan waktunya
Aku duduk di depanmu
Mengeluhkan segala sesuatu
Binar matamu tidak mengucapkan apa-apa
Hanya memandang
Menunggu
Sampai semua serapahku berakhir
Serapah jalanan
Dan, semuanya berakhir

Tuesday, May 14, 2013

Mei yang dingin

Mei yang dingin
Kejam
Tidak pernah sekali pun memberi kesempatan
Untukku bernapas
Masa lalu
Masa depan
Kini
Mei yang dingin
Kejam

Monday, April 29, 2013

Keceriaan Yuanita Christiani di Holy Land

Yuanita Christiani at Mount Hermon 
Saat Yuanita Christiani ada di Gunung Hermon akhir tahun lalu.
 
Yuanita di Bukit Zaitun dengan background Dome of The rock
 
Yuanita berpose di depan Piramid Giza, Kairo, Mesir

Yuanita Christiani - Garbage Church 
Yuanita di Gereja Sampah, Bukit Mokattam, Kairo, Mesir

Wednesday, April 17, 2013

Dunia Pararel: Nyata vs Maya

Kalau jeli mengamati perkembangan dunia media sosial. Kita akan mendapati semacam kondisi pararel yang bersifat paradoks antara kondisi kehidupan nyata seseorang dengan kehidupan media sosialnya. Ada yang rame di dunia nyata, pendiam di media sosial. Kebalikannya juga ada.

Namun, ada juga yang sejajar. Pendiam di dunia nyata, pendiam di media sosial. Namun, ada yang aneh. Seseorang yang kita kenal sering mengeluh dan merasa sering menjadi korban (pembunuhan), tetapi di dunia media sosial Twitter, ia malah jadi seorang motivator. Misalnya, saat ia memotivasi anak-anak yang sedang persiapan Ujian Nasional (UN) kemarin. Padahal, daripada aktif twitter-an, waktu yang terbuang untuk memikirkan kalimat motivasi tersebut mending ia gunakan mengawasi anak buahnya memastikan penyelenggaraan bisa diselenggarakan serempak. Sayang, sudah terlambat. Tapi yah, setidaknya daripada sering mengeluh dan diliput pers, setidaknya ia punya kumpulan kalimat motivasi. Kembali ke laptop (sambil telapak tangan dikerucutkan ke mulut dan bergerak maju mundur).

Beberapa situs pemantau aliran percakapan dunia maya tersebut, ternyata menyimpulkan bahwa hal-hal nyata di dunia nyata bisa ditelusuri dari berbagai percakapan galau dan alay dunia maya.

Jadi, ingat nubuat Andy Warhol.

Saturday, March 30, 2013

Sabat Sunyi

 Kerumunan di Lorong Yerusalem.

Seandainya saya salah satu kerumunan orang di Yerusalem pada masa perayaan Paskah Yahudi 30 Masehi, akan merasakan juga ketegangan memuncak di kota penuh konflik itu dua ribuan tahun lampau. Saat itu semua orang Yahudi dari seluruh penjuru dunia memenuhi lorong-lorong sempit Yerusalem. Mereka mendaki menuju bangunan terindah waktu itu: Bait Allah. Temboknya yang serba pualam, saat terkenan matahari musim semi akan terlihat bersinar-sinar bak diselimuti salju.

Kerumunan itu bisa dari mana saja: Heliopolis di Mesir, Etiopia, Persia, Kirene, atau bahkan dari Roma. Dengan penuh khidmat, mereka hendak menyambut peringatan saat dua ribu tahun lalu nenek moyang mereka hijrah dari lembah Gosyen di muara Sungai Nil menuju tanah Kanaan, tempat mereka kini berpijak. Mungkin saat mendaki bukit Sion, ada beberapa yang bersikap seperti peziarah Tibet yang hendak mengunjungi Istana Potala: tiap tiga langkah mereka bersujud ke arah gedung keramat itu. Yang jelas, hiruk pikuk menjelang tanggal 14 bulan Nisan—bulan kuno yang saat itu tidak mereka gunakan secara praktis, karena penguasa Romawi menggunakan penanggalan Julian—sangat terasa, terutama banyak bahasa-bahasa asing bersliweran di telinga penduduk asli Yerusalem.

Namun, di tengah para peziarah itu, setidaknya ada tiga sampai empat batalion tentara Roma disiagakan di benteng Antonia yang menempel di utara kompleks Bait Allah. Satu batalion lainnya disebar ke penjuru kota. Sang wali negara Yudea, Pontius Pilatus, yang sudah empat tahun familiar dengan situasi ini, walau dengan malas terpaksa harus hadir di Yerusalem.Di tengah situasi yang tidak nyaman ini, tentu saja ia merindukan kehangatan pesisir Kaisarea, walaupun sudah ditemani Caludia Procula di sisinya.Sungguh ia sangat malas berurusan dengan orang-orang keras kepala yang bisa setiap saat mengadu ke Roma dan membuatnya harus jadi santapan singa Colosseum.Tetapi, apa daya kerumunan sukaria ini bisa tiba-tiba berbalik arah menjadi kerusuhan yang tak terkendali.

Kesebalan Pilatus ada benarnya juga.Sebab, beberapa kompi pasukan pengawal Bait Allah—prajurit terdiri dari orang-orang Yahudi yang ditugasi Imam Besar untuk mengatur ketertiban kawasan Bait Allah—bisa menjadi musuh dalam selimut jika mendadak para imam yang selama ini menjadi kolaborator Roma, berubah pikiran.Orang-orang tanpa pendirian itu seperti bulu tertiup angin.

Belum lagi, kehadiran Herodes Antipas—anak Herodes-tua-yang-dulu-bertakhta-di-Yerusalem-ini. Sepeninggal Herodes tua, takhtanya oleh Roma dianugerahkan ke saudara si Antipas ini: Arkhelaus. Namun, karena kegilaan si Arkhelaus yang membantai enam ribu orang Farisi, ia dibuang ke Roma. Kini, Antipas turut hadir dalam acara Paskah, padahal tidak ada setetes pun darah Yahudi mengalir dalam tubuhnya. Ayahnya orang Edom, ibunya orang Samaria. Apakah Antipas mengincar takhta Yerusalem? Mungkin Pilatus membatin begitu. Walau ia menguasai Galilea, daerah tersubur dan termakmur wilayah Kanaan, Yerusalem sebagai wilayah Yudea, jauh lebih bergengsi dan metropolit. Syukur-syukur ia bisa menguasai seluruh wilayah Kanaan ini.Sepertinya Antipas ini sengaja datang menunggu Pilatus "kepleset".

Benteng Yerusalem

Yang ditakutkan Pilatus tampaknya terjadi. Pagi-pagi, Mahkamah Agama Yahudi tampak bergerombol di depan istananya. Mereka bahkan tidak mau masuk istananya, najis, kata mereka. Benar-benar kurang ajar benar mereka. Kalau Pilatus tidak mengingat, orang-orang menjijikkan itu punya jaringan di Roma, bakalan ia lempar semua ke penjara dan menggantung mereka di luar tembok kota.

Di tengah wajah-wajah marah itu, ada seorang yang terbelenggu, telanjang, nyaris tanpa pakaian, dan tubuh babak belur. Orang-orang marah itu menuntut laki-laki telanjang itu dihukum mati. "Apa pedulinya," mungkin terlintas di pikiran Pilatus. Kalau urusan internal agama mereka, mengapa ia harus dilibatkan. Ia ingat laki-laki yang sekarang mati hidupnya ada di tangannya, sebagai wakil Roma, hanya ia yang punya hak memberi hukuman mati di wilayah Yudea ini, adalah seorang Galilea. Maka dikirimlah laki-laki itu ke Antipas, rajanya.

Hari itu sehari sebelum Sabat dan gerombolan orang-orang tampaknya makin tak sabar. Namun, mereka mau tidak mau harus menggiringnya kepada Herodes. Herodes yang menerima dengan senang hati karena penasaran dengan manusia yang disebut-sebut titisan Yohanes Pembaptis yang pernah ia penggal kepalanya tiga tahun lalu. Namun, karena orang Nazaret itu diam membisu, Herodes mengembalikannya kepada Pilatus.

Yerusalem Waktu Malam

Akhirnya, Pilatus memilih untuk cuci tangan. Dan, laki-laki berumur 30-an, yang sudah disiksa habis-habisan, harus mengakhiri hidupnya di luar tembok kota Yerusalem—Kota Damai—dengan cara paling menjijikkan waktu itu: disalib. Disalib, bagi orang Yahudi menjadi lambang sang narapidana telah ditolak olah bumi dan langit. Bagi orang Roma, hukuman ini bahkan tidak boleh dikenakan kepada warga negaranya. Si narapidana mati sekitar tiga jam sebelum matahari terbenam, sebelum Sabat dimulai.

Jika saya adalah kerumunan yang hadir hari itu. Peristiwa sehari sebelum Sabat ini tentu bakal menggiring saya untuk mengikuti kehebohan dari pagi hingga sore itu.Dan, tentu saja saya akan menonton kekejaman tiada tara seperti yang tercatat dalam Lukas 23:35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Saya tidak tahu apakah sebagai orang yang ikut mencemooh atau yang hanya membatin betapa kejam para penguasa agama itu (Luk. 23:48). Entahlah, saya benar-benar tidak tahu.Sebab, kecuali para perempuan yang menangis di sekitar salib, murid-murid laki-laki yang kemarin-kemarin dipanggil Rabi ini tidak tampak batang hidungnya.Hanya tampak anak remaja yang mungkin masih salah satu famili laki-laki di salib itu, sebab sepertinya orang yang digantung di salib itu berkata-kata kepada si remaja itu.

Dan, saya pun pulang ke penginapan setelah bersama-sama kerumunan itu menikmati makan malam Paskah: roti tak beragi dan daging domba bakar tak berbumbu. Malamnya, tidur di kegelapan tanpa penerangan, karena Sabat tidak boleh ada pelita, dengan was-was. Di tengah penyaliban tadi ada gempa. Jangan-jangan bakal ada susulan.

Dan, Sabat pagi pun begitu sunyi.





Wednesday, March 20, 2013

Mount Sinai Climbing Trip


Mount Sinai climbing trip started from a base of a camel ride. Promptly at 1:00 am, our group started to walk up the mountain is 2,500 meters high. Temperature reaches 0 degrees Celsius to make three layers of clothing wrapped around my body feels like a thin cloth. Teeth chattering sound. And, most made ​​more miserable is the smell of camel dung that was overpowering. However, the journey must be made.

I am the oldest member of the group climbers. When I tried to follow their age is still the head of the two, I just had wheezing. And, the trip was full of misery began.


There are at least five stations resting on this trip. I called the station. Actually it is kind of small shops that provide warmth, hot water, coffee, tea, and snacks. What's interesting is these stations provide branded Indomie instant noodles. Indomie really mate!

Climb through steep cliffs. The stones mixed with sand --- of course mixed with camel dung were disgusting - making roads slippery. Reportedly, during the rain (or snow) climbing definitely canceled. Fortunately, it was early morning moon illuminates our journey. Of course, I was always behind. I have to always take a break to breathe.


Mount Sinai including Egyptian territory. It is said that this mountain is where the people of Israel before the time of Moses receiving the Ten Commandments. We currently live together this way Moses. I myself do not remember whether the trip is done the middle of the night or day. However, the possibility that Moses climbing more dangerous. Therefore, the rows of climbing course unformed as I pass now.








Thursday, March 14, 2013

Rumah Tercantik di Amman Yordania

Di Amman, Yordania terdapat rumah indah berbendera Indonesia. Konon, ini adalah rumah Prabowo Subianto.


Prabowo Subianto House

Wednesday, March 6, 2013

Gadget Menggeser Pola Interaksi Sosial?

Apakah "serbuan" gadget di sepuluh tahun terakhir ini membuat pola interaksi berubah? Apakah gadget-gadget tersebut membuat orang cenderung "autis"? Kata autis untuk menggambarkan kebiasaan  tidak peduli dengan orang lain sebenarnya istilah kejam yang tidak menghormati mereka yang menderita autisme. Lebih tepatnya istilahnya adalah cuek dengan sekitar.

Sebenarnya bisa jadi pola interaksi sedikit berubah. Malah menguntungkan, terutama mereka yang tidak memiliki kemampuan verbal yang bagus. Mereka yang introvert, banyak tertolong dengan gadget ini.


Friday, March 1, 2013

Yesus Nonton Bola


Tulisan ini bukan dalam rangka menyambut bigmatch antara Manchester United dan Real Madrid pada 6 Maret 2013, di Old Trafford, Machester, Inggris.

Salah satu tulisan Pastor Anthony de Mello SJ, dalam bukunya Burung Berkicau, cukup menarik. De Mello, dengan apik menangkap kondisi di sekitarnya, di tempat kelahirannya, Mumbai, India, juga daerah pelayanannya. Yang menarik, tulisannya relevan dengan kondisi di mana pun di dunia. Tulisan tentang Yesus menonton bola ini sangat menarik, begini kisahnya.

Yesus Kristus berkata bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepakbola. Maka kami, aku dan teman-temanku, mengajak-Nya menonton. Sebuah pertandingan sengit berlangsung antara kesebelasan Protestan dan kesebelasan Katolik.

Kesebelasan Katolik memasukkan bola terlebih dahulu. Yesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Protestan yang mencetak goal. Dan, Yesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggi lagi.

Hal ini rupanya membingungkan orang yang duduk di belakang kami. Orang itu menepuk pundak Yesus dan bertanya: "Saudara berteriak untuk pihak yang mana?"

"Saya?" jawab Yesus, yang rupanya saat itu sedang terpesona oleh permainan itu. "Oh, saya tidak bersorak bagi salah satu pihak, Saya hanya senang menikmati permainan ini."

Penanya itu berpaling kepada temannya dan mencemooh Yesus: "Ateis!"
Sewaktu pulang, Yesus kami beritahu tentang situasi agama di dunia dewasa ini. "Orang-orang beragama itu aneh, Tuhan," kata kami. "Mereka selalu mengira, bahwa Allah ada di pihak mereka dan melawan orang-orang yang ada di pihak lain."

Yesus mengangguk setuju. "Itulah sebabnya Aku tidak mendukung agama; Aku mendukung orang-orangnya," katanya. "Orang lebih penting daripada agama. Manusia lebih penting daripada hari Sabat."

"Tuhan, berhati-hatilah dengan kata-kataMu," kata salah seorang di antara kami dengan was-was. "Engkau pernah disalibkan karena mengucapkan kata-kata serupa itu."

"Ya --dan justru hal itu dilakukan oleh orang-orang beragama," kata Yesus sambil tersenyum kecewa.

***

Yah, itu sebuah kenyataan yang pahit. Bahkan hingga matinya Romo Tony, pada 1987 lalu, kondisi yang dikeluhkan pria India ini tetep saja masih menghantui dunia yang sudah tua ini. Entah mengapa agama malah menciptakan perpecahan, padahal para pendirinya mengharapkan melalui agama ini, dunia menjadi lebih baik untuk ditinggali.

Mungkin memang naluri manusia untuk saling menghancurkan tidak mungkin dilawan manusia itu sendiri, meskipun didasari keinginan baik sebuah agama. Bahkan, agama menjadi semacam pisau bermata dua yang merusak kemanusiaan.

Monday, February 25, 2013

Wisatawan Indonesia di Israel


Indonesian Flag
Bendera Indonesia Berkibar di Danau Galilea

Fajar di akhir tahun 2012 serombongan wisatawan sudah berada di dermaga di pantai Danau Galilea, di pinggiran kota Tiberias. Mereka tak sabar menaiki perahu yang bakal membawa mereka mengarungi danau yang tercatat di Alkitab ini. Mereka adalah peziarah yang telah mengarungi rute yang disebut dalam Alkitab sejak dari Kairo, mendaki gunung Sinai di tengah gurun Sinai dengan gagah berani menghadapi kemungkinan penculikan akibat kondisi Mesir yang kurang kondusif pasca penggulingan Husni Mubarak.

Mereka juga sudah khatam berlari-lari di kawasan kota tua Yerusalem demi mengunjungi sebanyak mungkin lokasi ziarah: Makam Yesus, Markas Pontius Pilatus yang konon di bekas benteng Antonia. Rumah Imam Besar Kayafas, dan ke Betlehem--tempat Yesus dilahirkan.

Ecce Homo Arch
Lengkung "Lihatlah Orang Itu" (tercatat di Yohanes 19:5)

Mereka juga berkunjung tempat mukjizat air menjadi anggur, Desa Kana. Dan, kini bersiap untuk menikmati perahu yang konon jenisnya sama dengan yang dinaiki para rasul Kristus.

Perahu di Danau Galilea

Di tengah hiruk-pikuk tersebut, saya teringat cerita salah seorang pemandu tentang betapa orang-orang Indonesia secara tidak langsung telah menyelamatkan pariwisata Israel. Kisahnya, pada waktu itu terjadi Intifada Kedua, sekitar tahun 2000-an, konflik Palestina-Israel ini bahkan sampai membuat pemimpin Palestina waktu itu, Yasser Arafat harus berlindung di gereja Kelahiran Kristus di Betlehem karena diserbu pasukan Israel.

Karena masalah itu, ditambah penabrakan dua pesawat komersial ke gedung World Trade Center di Amerika Serikat pada 2002, pariwisata Israel jeblok (lihat grafik di bawah). Sebab, negara-negara di Eropa,  Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan yang secara tradisi warga negaranya punya kebiasaan berziarah ke tempat-tempat religius di Israel, takut datang. Bahkan, tanpa travel warning pun mereka takut datang.

Sumber: Kementrian Pariwisata Israel

Anjloknya pariwisata ini tentu saja membuat pemerintah kelimpungan. Namun, konon pada saat kondisi keamanan yang bagi orang-orang Barat dianggap buruk, ternyata di Indonesia, semangat untuk mengunjungi objek-objek wisata di Israel sedang naik daun. Alhasil, orang-orang Indonesia tetap menyusuri Yerusalem dan sekitarnya. Ajaibnya, bahkan saat sampai kini di tengah tiadanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel.

Konon lagi, wajah-wajah orang Indonesia yang terlihat keluyuran di tengah-tengah berbagai tempat ziarah tersebut ditangkap kamera-kamera TV Israel dan disebarluaskan ke seluruh dunia untuk mengiklankan betapa Israel masih aman dikunjungi. Akibat gencarnya iklan tersebut, pariwisata Israel pun kembali pulih.

Namun, apakah benar demikian, saya kesulitan mencari data valid tentang itu. Hanya, tidak sulit mencari pemandu wisata lokal--beretnis Yahudi atau Arab--yang mampu berbahasa Indonesia secara sempurna.

Betapa tidak, dengan kunjungan yang mencapai 22 ribu orang pertahun orang Indonesia, wisatawan pemberani ini adalah potensi ekonomi yang tidak sedikit. Apalagi, konon orang Indonesia gemar berbelanja.

Thursday, February 7, 2013

Coba-coba Google Maps

Prancis, Inggris, Kanada, Amerika Serikat, Israel, adalah beberapa negara yang sudah punya fasilitas street view. Apa itu Street View? Ini adalah fasilitas dalam Google Map dan Google Earth yang memberi kesempatan kita melihat jalan di daerah tersebut.

Artinya, Kita bisa melihat kondisi riil daerah tersebut. Benar-benar menarik, sebab street view juga bisa menolong kita secara viertual seakan-akan berkunjung dan jalan-jalan ke daerah tersebut.

Di bawah ini adalah beberapa contoh street view.

 Gereja Makam Kudus, Yerusalem, Israel

Menara Eiffel, Paris, Prancis

Patung Liberty, New York, Amerika Serikat

Tembok Barat, Kota Tua Yerusalem, Israel.

 Danau Galile, Tiberias, Israel

Yang menarik, kita bisa juga "jalan-jalan" ke Gedung Putih, alias kantor Barrack Obama. Bagus sekali. Kabarnya, Jakarta sekarang juga sedang menjalani proses perekaman untuk proyek Street View Jakarta. Kita tunggu saja hasilnya. Jadi, kalau ingin jalan-jalan ke Monas, cukup melalui Google Map saja. Ini bisa menjadi awal petualangan yang seru.

Thursday, January 31, 2013

Percobaan memuat foto dari Flickr

Sinai Summit Dawn
Fajar di Gunung Sinai

Abu Dhabi Airport
Bandara Abu Dhabi

Druze Market -- Muhraka -- Haifa
Pasar Druze


Kapernaum
Kapernaum

Monday, January 14, 2013

The Three Arches di Betlehem

Sebuah toko di Betlehem yang menjual berbagai cenderamata khas daerah Palestina. Letaknya di Manger Street 388 Bethlehem, Palestine.

Nama tokonya The Three Arches. Pemiliknya Nicola Canawati dibantu dua putranya, Mike dan Maher.
Ini dia website perusahannya.

Foto-foto tokonya ada di bawah ini.

 Ini dia tokonya

Ini bangunan di depan Three Arches.

Pemandangan kota Betlehem di depan toko Three Arches