Friday, January 4, 2013

Tangisan Betlehem

Sewaktu berkunjung ke Betlehem, saya teringat daerah ini masuk otoritas Palestina dan sekeliling kota dikelilingi tembok yang memisahkan kota Betlehem dengan daerah Israel. Tembok pemisah bak tembok Berlin zaman perang dingin tersebut dibangun setelah intifada kedua pada awal tahun 2000-an.

Namun, seiring waktu, tembok-tembok tersebut dipenuhi grafitti seakan menjadi tangisan penduduknya. Pada wal tahun 2013 ini, mari kita mengingat kesedihan Betlehem. Kota tempat Yesus Kristus sang Mesias, dilahirkan.




Tak sengaja memotret "Leila Khaled" eh, posternya. Leila Khaled adalah perempuan kelahiran 9 April 1944 yang juga anggota Garda Popular Pembebasan Palestina (Popular Front for the Liberation of Palestine/PFLP). Leila terlibat dalam pembajakan pesawat Trans World Airline (TWA) 840 pada tahun 1969, yang memiliki rute Roma-Tel Aviv.

PFLP sebelumnya mengetahui informasi bahwa Dubes Israel untuk AS saat itu, Yitzak Rabin ada di dalam pesawat itu. Namun informasi itu meleset. Kendati demikian, pembajakan yang dilakukan Leila dan rekannya, Salim Issawi, berhasil bertukar tahanan FPLP yang disandera Israel.

Setahun kemudian, tahun 1970, Leila dengan rekannya warga Nikaragua, Patrick Arguello, membajak pesawat Israel, Al El 219, yang berute Amsterdam ke New York City. Pembajakan ini gagal karena Patrick berhasil ditembak mati salah satu awak pesawat. Leila kemudian ditahan oleh Polisi Inggris dan dibebaskan setelah ada pertukaran tawanan.



Foto Leila yang memegang senapan AK-47 dan memakai kafiyeh ini berhasil diambil fotografer pemenang Pulitzer, Eddie Adams. Wajahnya diakui telah mengalami 6 operasi plastik di hidung dan dagunya untuk menyamarkan identitas aslinya demi kepentingan aksi-aksi pembajakan. Dia dijuluki 'Gadis Poster Militan Palestina'. Leila kini adalah anggota Dewan Nasional Palestina.