Thursday, September 20, 2018

Mistress of Mourning karya Karen Harper


Novel ini sebenarnya sudah lama saya idamkan untuk membaca. Diterbitkan pada 2014 oleh Penerbit Tiga Serangkai melalui imprint-nya Metamind, baru bisa terbeli pada pertengahan 2018 lalu di Jabar Book Fair.

Dengan latar belakang Kerajaan Inggris masa lahirnya Dinasti Tudor sungguh menarik. Sejarah dinasti kerajaan Inggris bisa dikatakan dimulai dari penaklukan Norman 1066 oleh William Sang Penakluk--Bupati Normandia. Sejak itu, dinasti ini secara konvensional membedakan periode yang dinamai setelah dinasti memerintah berturut-turut: Norman 1066–1154, Plantagenet 1154–1485, Tudor 1485–1603 dan Stuart 1603–1714 (disela oleh Interregnum Inggris pada tahun 1649 –1660).

Secara dinamis, semua raja Inggris setelah 1066 akhirnya mengklaim diri mereka sebagai keturunan dari Bupati Normandia. Sedikit berbeda dengan wangsa Plantagenet hanya konvensional, dimulai dengan Henry II (memerintah 1154-1189) sejak saat itu, raja-raja Angevin (dari Prancis) menjadi "lebih banyak bahasa Inggris secara alamiah". Wangsa Lancaster dan York keduanya merupakan cabang  Plantagenet. Dinasti Tudor mengklaim keturunan Edward III melalui John Beaufort dan James VI dan I dari Rumah Stuart mengklaim sebagai keturunan dari Henry VII melalui Margaret Tudor.

Jika membaca novel ini dari halaman paling belakang, terdapat diskusi menarik tentang kelahiran dinasti Tudor ini.